Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Trilogi kepemimpinan tangguh ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
(Ki Hadjar Dewantara)
…
| Red-Joss.com | Peringatan Hardiknas kali ini berlangsung di tengah-tengah kemelut sengketa hasil Pilpres dan Pileg 2024 yang baru diputus atau tengah diproses di Mahkamah Konstitusi.
“Akar dari berbagai kontroversi dan kehebohan terkait Pilpres dan pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya di negeri ini, jika melihat jauh ke belakang, dari kacamata Tamansiswa, adalah gambaran gagalnya pengajaran nasional kita untuk mendidik manusia Indonesia yang berpekerti luhur, beretika, dan bermoralitas anggun sebagaimana digariskan oleh Ki Hadjar.”
Demikian Sri Edi Swasono, Ketum Majelis Luhur Tamansiswa dalam opininya berjudul, Hardiknas dan Manusia Indonesia (Kompas, Jumat, 3/5/2024).
Inilah jeritan anak negeri ini, atas sebuah realita paling pahit pedih yang menimpa anak-anak negeri ini.
“Mengapa terjadi carut- marut separah ini di dalam negeri ini? Negeri ini, seolah diidentikan dengan ketidakjujuran, ketidakbenaran, dan ketidakadilan yang dengan sengaja diwajar-wajarkan. Kebenaran, kejujuran, dan keadilan sudah tidak dihargai lagi. Indonesia menjadi โnegeri sandiwaraโ yang menjadi sorotan memalukan dunia internasional,” demikian Sri Edi Swasono.
Jika kita mau dengan jujur serta tulus untuk rela menoleh kepada azas dasar pendidikan, cetusan Ki Hajar yang sangat mengutamakan pembentukan karakter demi menghindari โtri pantanganโ, (pantang menyalagunakan wewenang, melanggar tertib keuangan, melanggar kesusilaan), maka sejujurnya kita selaku anak negeri ini, kita telah mengkhianatinya. Inilah perihnya jeritan hati kita.
Mari Kembali ke Akar Budaya
Lewat spirit tulisan berupa jeritan nurani ini, alangkah arif dan mulianya, jika kita kembali menggaungkan pentingnya pendidikan budi pekerti.
Semoga Pemerintah kita tak segan untuk sudi menghidupkan kembali roh sejati dari spirit luhur dari akar budaya bangsa yang beradab ini, niscaya akan terkikis sifat-sifat culas dari dalam hati anak-anak negeri ini.
Kini yang kita temukan, justru wajah-wajah anak negeri yang sudah ke luar dari tradisi agung leluhur bangsa kita, bangsa yang beradab serta beretika.
Jeritan Hardiknas 2024 merupakan deskripsi riil dari anjloknya kualitas nurani anak negeri kita.
Mari kita kembali ke spirit dan esensi dasar dari proses edukasi, hal pemanusiaan sang manusia!
…
Kediri,ย 5ย Meiย 2024

