| Red-Joss.com | Hewan piaraan yang meninggalkan rumah, dan setelah lama dianggap hilang, tapi pulang kembali itu hal biasa dan lumrah. Tapi rezeki yang dianggap hilang dan diikhlaskan itu muncul kembali adalah keajaiban!
Bagaimana tidak. Pelanggan yang mempunyai hutang itu pindah pabrik entah di mana, tiba-tiba setelah sekian tahun muncul di toko saya!
Tidak hanya itu, ternyata hutang telah mengubah hidupnya makin bermakna!
“Maaf ya, Pak. Saya baru sempat datang,” kata JH dengan nada malu hati.
“Ndak apa, yang penting Sampeyan sehat,” kata saya sambil tersenyum untuk mencairkan suasana.
JH pindah pabrik diam-diam, tanpa seorang pun yang tahu alamatnya. Saya juga telah mengikhlaskannya, karena hp-nya juga tidak bisa dihubungi.
Ternyata JH pindah pabrik, karena usahanya makin merosot. Oleh mertuanya, ia dipinjami lahan untuk digunakan sebagai pabrik rumahan, ketimbang kontrak.
“Bagi saya hutang itu hukumnya wajib dilunasi agar tidak jadi beban hidup, bahkan hingga mati,” kata JH lalu mengeluarkan nota hutangnya.
Menurut anggapan orang, hutang piutang itu hal sepele dan biasa. Ketika tidak ditagih berati lunas. Bisa jadi, si terhutang itu pindah atau menghindar. Sedang yang menghutangi malas mengingatkan dan menagih lagi, karena sekadar diberi janji oleh si terhutang tanpa direalisasi.
Faktanya tidak demikian dengan JH. Menurutnya, hutang itu dibawa mati. Bahkan memberati hidup si terhutang dan keluarganya. Karena uang digunakan untuk keluarga. Jika terjadi peristiwa buruk pada anggota keluarga agar tidak menyesal belakangan. Ngemplang itu hukumnya haram, apalagi bagi para koruptor.
Berbeda masalahnya, jika terjadi kesepakatan kedua belah pihak, saling mengetahui, memahami, dan ikhlas.
“Sesungguhnya anugerah Allah itu luar biasa. Semua kebutuhan telah disediakan agar kita mengolahnya dengan bijaksana,” tegas JH serius.
Saya diam mengiyakan. Hampir lima tahun tidak bertemu, JH berubah drastis, dan makin dewasa.
“Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga” (Mat 18: 18).
Intinya, jika kita ingin menghadap Allah hendaknya kita berdamai lebih dulu dengan saudara atau sesama!
Hidup ikhlas itu kebahagiaan jiwa!
…
Mas Redjo

