Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Fungsi ilmu sastra adalah dulce et utile menyenangkan dan berguna / mendidik”
(Horace)
…
| Red-Joss.com | Secara umum, ilmu sastra memiliki dua manfaat atau fungsi utama.
Penyair Amerika (Horace), menyebutnya, “Dulce et utile,” artinya menyenangkan serta berguna / mendidik.
Ada pun tulisan berlatar belakang ilmu humanis ini, bertolak dari lontaran statemen Guru Besar Ilmu Filsafat, Frans Magnis Suseno, SJ, via media online (Buku Akik).
Ketika beliau ditanya, “Apa fungsi membaca karya sastra?”
Inilah pandangan dan pendapat spontan beliau!
Orang yang membaca karya sastra, dia akan bersikap lebih terbuka dari segi kemanusiaan.
Dia tahu dan mampu menghayati, apa artinya: benci, rindu, cinta, benar, salah, jujur, takut, serta sikap berani.
Di sisi yang lain, karya sastra dapat mengembangkan dan memperkaya isi hati orang.
Apalagi, jika proses pengajaran itu diperluas dan mendalam; tidak sekadar menekankan pada aspek tata aturan kebahasaan.
Selanjutnya, ada sebuah tanggapan yang sangat interisan/mendalam dari seorang netizen atas nama Djokosuryadjaya.
Inilah intisari pandangan dan pendapat beliau!
- Semoga lahir sebuah generasi baru yang terdidik dan dapat meneladani beliau di tengah rendahnya mental bangsa ini.
- Kemunafikan adalah teladan yang dipamerkan kaum pedagang agama.
- Pemimpin rasa sudra tanpa warna kesatria.
- Guru besar yang selamanya berjiwa brahmin ternyata hanya sudra juga.
- Mari kita bersyukur atas seorang yang agung ini dan terus berharap, agar Indonesia diberi lebih banyak manusia agung seperti beliau. Salut buat Romo Magnis Suseno.
Semoga lewat tulisan ini, kian terbuka mata kesadaran kita, bahwa ilmu sastra memiliki peran besar bagi pembentukan dan tumbuh kembangnya karakter seorang anak manusia.
Kesusastraan, lewat karya nan agung, seorang manusia dapat berkaca diri. Siapakah sejatinya dirinya, serta apa pula karakternya.
Dari balik rangkaian dan jalinan kata serta kalimat yang ditopang oleh plot yang memikat, ternyata dapat juga membawa manusia untuk menemukan aneka karakter anak manusia.
Dari sana pula, manusia dapat menghayati, apa makna cinta sejati, apa artinya rindu serta benci, atau apa pula arti kebaikan serta kejahatan yang terpancar dari dalam diri seorang anak manusia.
Sejatinya, bahwa manusia itu ternyata tidak hanya membutuhkan hal-hal yang bersifat jasmani dan materi.
Manusia juga membutuhkan kepuasan batiniah, berupa hiburan (sirkus).
Sungguh benar, bahwa sang manusia tidak hanya hidup dari roti saja!
…
Kediri,ย 3ย Meiย 2024

