“Mendidik diri sendiri itu bijaksana, tapi saling mengasihi itu jalan keselamatan menuju hidup bahagia.”
…
| Red-Joss.com | Mendidik diri sendiri itu anugerah Allah yang semestinya diajarkan ke anak sejak dini. Bahkan bisa dimulai dari dalam kandungan. Ibu memberi contoh perilaku baik, berkata-kata lembut, ramah, sabar, dan lewat sentuhan kasih.
Tujuan dan maksud dari mendidik anak sejak dini, karena anak itu mudah meniru perilaku orangtua, sehingga karakter anak itu mudah dibentuk.
Kita dapat mengajari anak dengan hal-hal yang sederhana, baik, dan positif seturut perkembangannya. Misal, membangun budaya sopan santun, tertib, antri, peduli pada orang lain, dan sebagainya.
Sesungguhnya, mendidik diri sendiri itu tidak ada kata terlambat. Karena yang terlambat itu, jika kita malas melakukan, tidak mau berubah perbaiki diri, dan jadi baik.
Pengendalian diri itu kunci utama untuk mendidik diri sendiri agar kita tidak cepat reaktif menanggapi hal-hal buruk dan negatif. Tapi agar kita bersikap tenang, sabar, rendah hati, dan belajar untuk mengolah rasa serta memahaminya.
Mendidik diri sendiri itu sejatinya mengajar kita untuk selalu ‘eling lan waspada’ agar kita menjadi pribadi yang pengasih dan rendah hati.
Kita mendidik dan mengajar indra ini untuk merespon tiap peristiwa secara positif dan baik agar tidak melukai hati, tapi dilimpahi sukacita.
Kita berpikir dengan jernih tanpa tendensi dan prasangka negatif, juga tidak untuk menyalahkan dan menghakimi. Tapi untuk berkata-kata baik, memaklumi, memahami, dan mengasihi.
Selalu mendidik diri sendiri untuk berpikir jernih dengan hati yang bening agar kita hidup damai sejahtera dan bahagia.
…
Mas Redjo

