Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ya Anakku, janganlah sekali-kali engkau mau merampok merampas. Cukupkan hidupmu ini dengan gajimu!”
(Amanat Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Sungguh, Kakek dan Nenek serta para pendahulu kita, seolah-olah tidak pernah kehabisan stok bijak.
Mereka pun memiliki dan menyimpan serta rela untuk membagikan kembali kearifan hidup kepada generasi setelah mereka.
Bukankah sudah mentradisi di dalam masyarakat kita, bahwa sebelum seorang anggota keluarga hendak bepergian, memulai berkarya, atau juga akan menjabat sebuah tugas besar, selalu saja ada titipan amanat kearifan, berupa pesan-pesan hidup?
Ada pun tulisan berupa pesan moral etika ini, bertujuan melanggengkan sebuah tradisi baik, yakni menitipkan sebuah pesan moral dari kebijakan hidup kepada seseorang sebelum ia mulai melaksanakan tugas-tugas hidupnya.
Lewat tulisan refleksi “sepenggal pesan,” saya berniat melanggengkan dan menitipkan kembali sebuah amanat, berupa kearifan lokal agar tidak dilupakan oleh generasi Z.
Riil, bahwa sudah sangat sering kita menyaksikan, mendengar, dan bahkan mengalami sendiri di dalam masyarakat, bahwa banyak orang, pejabat, dan masyarakat biasa yang sangat doyan bertindak biadab sebagai perampok serta pencuri.
Mereka sungguh tidak segan, tega, dan dengan sengaja mau menghancurkan sesama lewat tindakan serta sikap curang dan manipulatif, dengan cara mengibuli sesama lewat kuasa jahat mereka.
Ada saja skenario jahat yang mereka tampilkan demi membohongi sesama. Mulai dari kecurangan secara psikologis dan lewat cara-cara lain yang dilakukan secara masif.
Tulisan ini juga bertujuan sebagai sebentuk shock terapis demi menyadarkan orang-orang yang doyan bertindak sebagai pecundang.
“Ya anakku, janganlah sekali-kali engkau mau merampok merampas. Cukupkan hidupmu dengan gajimu!”
Semoga tulisan kecil ini mampu menghentak nurani suci kita untuk segera menyadari akan kecurangan dan kebrutalan kita di dalam kehidupan ini.
Semoga detak denyut nurani kesadaran kita terjaga bagaikan ayunan kepak elang rajawali yang terbang kian meninggi di angkasa biru.
Karena kerendahan hati adalah kekuatan maha dasyat yang bersemayam di dalam sanubari manusia.
Sungguh, berbahagialah orang-orang yang hidup dengan suci dan adil!”
…
Kediri,ย 2ย Meiย 2024

