Sang pemenang itu tidak sakit, ketika melihat ke belakang dan tidak takut melihat ke depan. Karena ia belajar dari kesalahan di masa lalu dan selalu memberikan hal-hal yang baik untuk menyongsong masa depannya.
Ia tidak meninggalkan pribadi-pribadi yang pernah berjuang bersamanya, tapi terus mendorong mereka yang berjuang itu untuk bersama menjadi pemenang.
Ia mau mendatangi mereka yang pernah dikalahkannya dan membuktikan, bahwa saat dia bisa mengalahkan berarti dia bisa memimpin siapa pun, termasuk yang pernah dikalahkannya. Bahkan ia membangkitkan semangat untuk siapa pun yang dipimpinnya.
Ketika yang dipunyai adalah seorang pemenang yang berkualitas, maka sikap optimis tumbuh di sanubari siapa pun …
Sesungguhnya sikap optimis itu adalah dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemenang sejati.
Karena kita adalah pemenang yang terlihat nyata dari kata-kata, sikap, dan perilaku. Sikap optimis itu memberi pengaruh luar biasa pada orang lain, sehingga semangat mereka muncul untuk maju.
Kita pernah menjadi bagian masa lalu. Tapi, sekarang, kita adalah seorang baru yang jadi penentu. Kita pemain utama yang tidak pernah tergantikan. Ibarat seorang pemain sepak bola, kita adalah seorang penyerang yang jadi target utama untuk mengolah bola dan harus membuat gol ke gawang agar tercipta kemenangan.
Aku, kau, atau kita saat ini sedang berjuang untuk jadi pemenang itu. Tapi ingat, seorang pemenang harus sadar diri, siapa yang bakal memberikan hadiah itu… yang tidak lain Sang Pemberi Kehidupan. Kita harus jadi pemenang di hadapan Tuhan.
Mari, kita selalu optimis untuk jadi pemenangnya. Sirami sikap optimis itu untuk diwujudkan ke dalam tindakan nyata.
Mari kita saling berjabat tangan dan merayakan bersama-sama, karena kita adalah pemenangnya!
Rm. Petrus Santoso SCJ

