“Ranting Anggur yang benar itu apa dan siapa?” (Yoh 15: 1-8)
Ranting anggur yang benar adalah bagian sejati dari pohon anggur, bukan sekadar nempel seperti benalu. Keduanya, ranting dan benalu, bisa hidup dari pokok anggur, tetapi benalu jelas beda dan bukan bagian dari pokok anggur. Benalu itu hanya seperti bagian pokok anggur, tetapi bukan.
Menèmpèl tetapi relasinya tidak tulus. Sifatnya menghisap hanya untuk dirinya sendiri saja. Lama kelamaan mematikan pokok atau ranting yang ditèmpèli.
Kata tulus artinya sebagai sikap jujur, tak berpura-pura, tidak sérong, ikhlas.
Sinonim kata tulus atau persamaannya yakni bersih, lurus, réla, sudi, sukaréla, jujur, sadik dan mukhlis.
Dengan demikian maka, layanan atau tindakan yang tidak tulus sama dengan layanan yang tidak jujur, pura-pura, sérong, tidak bersih, tidak lurus, kotor, dan yang lainnya lagi. Dia, yang tidak tulus itu benalu, walau lèngkèt, menèmpèl pada pokok anggur, tetapi bukan anggur, melainkan parasit.
Tuhanku, bébaskanlah aku dari sifat benalu, nèmpèl tidak untuk berbuah anggur, melainkan benalu.
Sekarang, pokok anggur itu berwujud komunitas umat beriman, Gereja, Paroki, lingkungan. Setiap anggota bisa sebagai gandum atau rumput, anggur atau benalu. Tergantung buahnya. Kalau benar sebagai bagian pokok anggur, bukan stek, buahnya pasti anggur.
Salam sehat berlimpah berkat.
Jlitheng

