Simply da Flores
…
1.
Angan dan Angin
Kata-kata menggiring angin
lewati ruang dan waktu
Jelajahi jejak jiwa raga
menganyam suka duka pengalaman
Angin lelah dan galau
berkelana tak tentu arah
Angan membelai wajah angin
memberi seteguk air dan sesuap nasi
Angan berhembus sepoi
tinggalkan samudra nurani damba
membelai hutan belantara akal pikiran
bertengger di pucuk pohon mimpi dan pegunungan cita
Untuk melihat wajah angkasa
dan mendengar jeritan bulan bintang
Lalu bersahabat memeluk mentari
2.
Telapak Kaki dan Rambutku
Aku hembuskan asap berlari kencang
berpacu dengan langkah angin
memburu derap roda waktu
Mata kuarahkan pada belantara rambut
Telinga mendengar obrolan jemari kaki
Mata raga tak jangkau belantara rambut
Mata rasa dan nalar merasakan adanya di kepala
Meski dengan cermin dan mesin
belum mampu terhitung jumlah rambutku
proklamasi misteri pribadiku
Kudengar jemariku mengeluh kecapaian
Mereka lelah berkelana menulis jejak di jalan
Tetapi…
mereka bangga dipeluk debu tanah
dan selalu diingatkan amanat
“dari debu tanah engkau datang
dan kepada debu tanah engkau pasti pulang”
3.
Mencari Hati Nurani dan Sanubari Jiwa
Duduk di pondok bambu
menatap hamparan kebun ladang
dan panorama alam pegunungan
Aku panggil angin datang menemani
membawa langkah imajinasi berkelana
melintas bukit lembah pertanyaan
Meraih angkasa rindu damba
menyelami samudra mimpi dan cita
Aku ingin bertemu hari nurani
adakah dia salah satu planet angkasa
atau bintang dan galaksi
Aku ingin bertemu sosok sanubari jiwa
apakah dia arus gelombang samudra
ataukah sejenis biota dasar laut dalam
Aku bertanya dan menduga
hati nurani itu kedua bola mataku
sanubari jiwa itu desah nafasku
yang dirajut pikiran dan ditenun kesadaran
4.
Garis-garis Tangan
Angkasa menulis di telapak tangan
ada dua tangan tetapi tak sama
ada lima jari di setiap telapak
Tetapi garisnya tak sama juga
Alam lingkungan mencatat fakta
ziarah insani mengejar gelombang makna
Pikiran menabur aneka benih
mulut memberi meterai makna
anggota tubuh lain merawat warnanya
Lalu
garis-garis telapak tangan
tumbuhkan bunga buah diri pribadi
Potret nasib dan sosok diri
berkelana di pelataran bumi misteri
…

