“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8: 7).
…
| Red-Joss.com | Kata-kata-Mu, ya, Yesus sungguh meluluhlantakkan jiwa. Runtuhkan kesombongan ini. Ternyata, aku yang lemah dan berdosa ini mudah menilai dan menghakimi orang lain.
Sedangkan Engkau tidak mengadili dan menghukum para pendosa, tapi mengasihinya. Wanita yang kedapatan berzina itu seharusnya dirajam hingga mati. Tapi Engkau mengampuni-Nya.
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi, mulai dari sekarang” (Yoh 8: 11).
Duh! Engkau sungguh murah hati, ya, Yesus!
Kemurahan hati-Mu mengharu-birukan perasaanku yang makin teriris nyeri dalam penyesalan.
Mengapa Engkau mengingatkan dan mengasihi aku yang hina ini?
Padahal aku telah melupakan-Mu. Dengan terbiasa jual beli perkara, membodohi mereka yang lugu, mengitimidasi yang bersalah, hingga menjual nama-Mu yang Kudus…
Mengapa Engkau berkenan untuk mengingatkanku dengan kisah Saulus yang menganiaya Engkau? Hingga Saulus bertobat…
Layakkah aku menghadap pada-Mu? Sedang menyebut nama-Mu, aku juga tidak pantas.
Tapi Lazarus yang mendatangi dan menegurku lewat mimpi itu seperti mengingatkan dan membangunkan aku untuk kembali kepada-Mu.
Izinkan dan anugerahi jiwa ini hati yang peka, peduli, dan rela berbagi.
Izinkan aku untuk jadi manusia baru agar kuat dalam mengimani-Mu. Aku tidak mau lari dari kenyataan, meski aku berseberangan dengan mereka yang membungkam kebenaran.
Izinkan aku untuk setia bersaksi di sisa usia ini.
Sertai, dampingi, dan bimbing aku hingga maut menjemputku untuk menghadap pada-Mu.
Terpujilah nama-Mu yang Kudus, sekarang dan selama-lamanya.
…
Mas Redjo

