“You are stronger than you think you are.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah. Bahkan bisa di bawah sekali, sampai kita merasa terpuruk. Hidup terasa berat, bahkan kita mudah sekali terpengaruh hal-hal yang didengar.
Ketimbang sibuk mendengarkan kata orang yang belum tentu membuat kita lebih baik, coba dengarkan suara hati saat kita terpuruk.
Pertama: “This is tough, but so am I.” Hidup itu memang tidak mudah. Tapi ingat tidak berarti kita pasrah dan mudah menyerah. Kita adalah pribadi tangguh. Mungkin masalah yang sedang kita alami itu berat, tapi perlu kita tahu, bahwa kekuatan yang ada dalam diri kita itu jauh lebih besar.
Coba kita ingat lagi perjalanan hidup kita. Sudah berapa banyak tantangan, masalah, cobaan dan rintangan dalam hidup yang sudah kita lalui dan dimenangkan.
Kedua: “I migh not be able to control the situation, but I am change of how I respond.” Pemenang adalah mereka yang bisa melewati masa pahit. Ia tidak mencari kesalahan dan menyalahkan. Ia juga tidak mengeluh dan protes, tapi mau berproses.
Kegagalan, musibah, hinaan, disakiti dan dihianati yang mereka alami, tak membuatnya menyerah kalah. Jatuh bangkit, gagal dicoba lagi, dan gagal dicoba lagi.
Keadaan yang kita alami mungkin buruk. Tapi keadaan buruk tidak berarti, hasilnya akan selalu buruk. Keadaan mungkin tak berubah. Kita tak bisa mengendalikan keadaan, tapi kita bisa mengendalikan respon kita. Respon yang positif dari keadaan negatif bisa merubah keadaan dan hidup. Satu pilihan bisa membalikan keadaan. Satu keputusan bisa mengubah masa depan.
Ketiga: “I haven’t figured this out yet.” Jangan bilang “saya tidak tahu”, tapi “saya belum tahu.” Jangan bilang “saya tidak bisa”, tapi katakan “saya belum bisa.” Saat ini mungkin antara harapan dan kenyataan belum seimbang. Karena itu bangun rasa penasaran dan kemauan untuk berjuang demi membuat impian itu jadi nyata. Yakinlah selalu ada cara bagi kita yang mau berusaha.
Keempat: “Challenge is opportunity.” Saat sekolah, kenaikan dan kelulusan itu ditentukan oleh hasil ujian. Tapi dalam hidup ini, ujian dan tantangan yang mengajari kita belajar.
Keadaan dan tantangan yang mengajari kita. Bahkan hidup sendiri adalah proses belajar tanpa henti. Kegagalan, kesedihan, kekecewaan, atau keterpurukan adalah tantangan agar kita mencari cara dan peluang untuk mengasah kedewasaan manusiawi dan rohani demi sebuah kesuksesan luhur.
Kelima, “All I need to do is take one step at a time and do the next right thing.” Kita tetap tenang saat mengalami kepahitan hidup, dikoyak komentar para heaters dan nitizen. Karena tenang, membuat kita dapat berpikir jernih. Kepanikan hanya akan melahirkan masalah baru, sehingga situasi makin berantakan.
Tetaplah melangkah, meski beban hidup terasa berat. Tetaplah berbuat baik, meski ada penolakan, cacian, dan kritikan. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Yakinlah tidak semua hari baik, tetapi selalu ada hal baik setiap harinya.
Keberanian menaiki tangga kehidupan adalah ciri pemenang. Ia tidak mengalahkan, tapi mencari peluang, dan selalu mempunyai harapan. Dengan harapan kuat ia selalu menemukan cara. Jangan menyerah dan kuatlah dalam iman. Karena dalam iman akan dituntun pada jalan Tuhan yang terang benderang dan menjanjikan.
Jadilah pribadi yang baik. Tetap berbuat baik meski kritikan, hinaan, cacian, fitnahan terhampar di jalan. Meski dibohongi, dihianati dan dimanfaatkan kebaikan selalu diutamakan untuk dilakukan.
Ingat, yang menabur kebaikan akan mendatangkan berkat kebaikan. Pelan, tapi terus maju. Lakukan kebaikan selama kehidupan masih dipercayakan Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

