Simply da Flores
…
1.
Menyibak Fakta Nafas
Sejatinya sudah ada jawaban purna
atas tanya angkasa dan samudra
tentang misteri kehidupan
duri dan belati dalam nalar sanubari
Desah nafas adalah sabda semesta
merangkul tanya dan misteri
untuk bersahabat dengan jawaban hakiki
dari fakta hidup dan mati
“Inkarnasi udara dalam pribadi
pertemukan semesta dengan diri
leburkan hidup dan mati”
2.
Datang dan Pulang
Dari tanya kita datang
merenda kelana panjang
mengejar jawaban dalam gulita
Nafas, darah, tanya
dan jawaban sementara
Pulang itu fakta dan tanya
sudah jutaan kisah cerita
ditulis pada debu tanah raga
diukir pada air mata jiwa
Titian, jalan dan jembatan doa
dibangun kokoh menyibak rahasia
Fakta datang dan pulang
menyatu dalam jiwa raga
mengembara dalam nyanyian semesta
3.
Alam Manusia dan Arwah
Nafas bercerita pada angin
datang dan pulang itu perubahan
Harmoni nyanyian dan musik
Lagu gelombang dan pasir pantai
Tarian sakral siang dan malam
Udara bertukar tempat
dalam gerakan alam semesta
dan dalam alat pernafasan insan
silih berganti lestari abadi
dua dunia yang silih berganti
4.
Mengurai Rindu di Pusaramu
Curahan Hati seorang Janda
Berpacu dalam roda waktu
kemarin tak mampu ku tahan
dengan jemari rindu telapak damba
Jejak hadirmu tinggal kenangan
Hari ini aku sendiri
melangkah bersama anak-anak
merenda harapan menyibak fakta
Hidup terus berjalan
kita sudah berbeda alam
Ketika suka cita bersemi
aku pandangi pusaramu titip rindu
Saat tantangan datang menghadang
kami bersimpuh daraskan damba
“Seandainya engkau masih bersama
pasti lebih mudah hadapi tantangan
pasti lebih kuat atasi masalah”
Saat hujan mengguyur deras
kuttitipkan derai air mata rinduku
Ketika angin sepoi berhembus
kubisik ayat-ayat damba sanubari
mengenang memori indah bersamamu
Saat fajar pagi menyingsing
selalu kucari wajahmu dan senyummu
ingin berpamit dan rasakan hadirmu
Ketika senja perlahan menjemput gulita
rasa melebur sanubari
pikiran melayang sepi
“Ternyata hadirmu sangat berarti
Begitu kuat berharga adamu bagi kami”
Menatap wajahmu di bingkai
air mata deras membasuh memori
Bersimpuh di hening pusaramu
aku tak mampu banyak bicara
karena tak cukup kata terucap
ungkapan 1001 damba rinduku
Hanya doa mengurai diam pusara
Semoga engkau damai di sana
doakan kami yang masih berkelana
Menganyam makna di roda waktu
melukis kisah dalam lembar nafas
…

