| Red-Joss.com | “Itu pesan yang ingin kami sampaikan.”
Ketika menghadapi saat-saat sulit, ada baiknya untuk mengingat, bahwa masih ada orang dalam hidup ini yang dapat kita andalkan untuk meminta bantuan. Bahkan, jika kita bukan orang dermawan dan tak memiliki banyak teman atau keluarga besar, tapi masih ada orang dalam hidup ini yang dapat kita andalkan.
Akan tetapi, benarkah dalam saat-saat sulit yang berkepanjangan seperti ini masih ada orang yang dapat kita andalkan? Berbagi pikiran, berbagi rasa dan berbagi cahaya?
Namanya ‘Kantong Bonum Commune’, dibaca ‘KaBoCe’, warna oranye. Untuk mengganti istilah kolekte agar tidak rancu dengan pengumpulan dana yang biasa dilakukan.
Sederhana saja, kantong berpindah tangan, ketika doa bersama usai, memasukkan saja seikhlasnya atau transfer juga bisa. Bendahara siap menerima. Tujuan ‘KaBoCe’ hanya tunggal, tidak membiarkan warga lingkungan yang sedang dalam saat-saat sulit merasa ditinggalkan.
Yang jelas, ‘KaBoCe’ dibangun bukan dari kelebihan, tapi dari keterbatasan, karena kami sesungguhnya juga dalam kesulitan yang sama. ‘KaBoCe’ dilakukan tanpa mengurangi kewajiban utama sebagai warga lingkungan.
Semangat ‘KaBoCe’ adalah persembahan janda miskin, yang hadir tidak hendak menyelesaikan, tapi berpeduli pada mereka, warga kami yang sedang sulit.
Ternyata peduli itu masih ada dan akan tetap ada, di saat-saat sulit sekalipun.
Salam sehat dan jangan berhenti berbagi cahaya.
…
Jlitheng

