“Every new day begins with possibilities.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hari yang baru tidaklah dimulai dari yang terang. Pergantian hari itu tidak diawali dengan terbitnya matahari. Tak juga dari langit yang cerah nan indah. Pergantian hari ini dan esok terjadi di waktu pukul 00.00 dini hari. Tepat di tengah malam.
Di saat langit gelap, awan masih hitam, dan Matahari tidak terlihat. Tidak ada keadaan sekitar yang berubah. Langit tidak berubah, Bahkan tidak ada bedanya langit jam setengah sepuluh malam, atau langit dini hari. Bahkan kita tak sadar, bahwa kita sudah berada di hari yang baru.
Mengapa pergantian hari terjadi di tengah malam, tidak di pagi hari? Bukankah lebih jelas, Matahari terbit, langit terang, ayam berkokok, dan burung berkicau. Bukankah tengah malam tidak tampak ada tanda-tanda perubahan.
Semua hal di alam ini ada maksudnya. Banyak orang ingin melihat lebih dulu baru percaya. Padahal dalam hidup ini tidak semua hal langsung terlihat dengan mata. Hidup akan mengajarkan untuk percaya. Karena marah, kecewa, dan sakit hati, sehingga logika dan akal sulit percaya. Kadang kita tergoda untuk percaya, bahwa Tuhan sudah lupa. Kadang kita tidak mudah percaya, bahwa orang yang kita cintai itu setia.
Rasanya kita sudah lelah. Menanti, menanti, dan menanti. Berharap hubungan rumah tangga akan dipulihkan. Doa dan usaha dijawab dengan mujizat. Penyakit kita disembuhkan. Nama baik, dipulihkan. Uang yang dihutang segera dikembalikan. Juga berharap, semoga kondisi keuangan makin membaik dan tak kekurangan.
Bertahun-tahun kita meminta, bertahun-tahun pula kecewa. Berulang kali berusaha memperbaiki, berulang kali tersakiti. Puluhan kali memaafkan, berulang kali penuh kesedihan dan penderitaan. Tapi Tuhan selalu memberi kesempatan untuk berubah jadi baik.
Tekunlah berdoa, berusaha, dan percaya. Seperti pergantian hari, yang sering tak kita sadari. Hari baru yang tak cerah dan masih gelap. Yakini, bahwa Matahari tetap bersinar, pagi hari memancarkan keindahan, dan burung tetap berkicau. Begitu pula hidup ini yang tidak selamanya gelap, berbeban berat, dab penuh kesedihan. Karena selalu ada keindahan, kebahagiaan, dan selalu ada hal baik setiap harinya.
Tuhan Mahabaik. Setiap hari anugerah-Nya baru agar kita senantiasa memperbarui diri.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

