Serpihan Jejak Musyafir – 217
Ziarah Iman dan Doa Insani – 1

Simply da Flores

0.
Syahadat

Pada mulanya diajarkan
dari warisan tradisi
Aku ada dan menjadi
Hal sakral dan luar biasa
lalu dijadikan kebiasaan
bahkan biasa-biasa saja

Entah dijalankan dengan sadar
entah dilakukan karena aturan
entah dibuat karena tahu dan paham
entah berguna dan kubutuhkan
entah sungguh dihayati dan bermakna

“Deklarasi kesatuan jiwa raga
Proklamasi kesadaran hakiki
Petisi kecanggihan nalar
Pernyataan keterbatasan diri”
Menjadi arah langkah jalanku
di hadapan sesama saudara
di tengah alam jagat semesta
di mata Sang Maha Melihat

Aku berpikir maka aku ada
Aku percaya maka aku berpikir
Aku taqwa karena sadar
Pribadiku jasmani dan rohani
Hakikatku jasmani dan rohani

1.
Adzan

Lima kali setiap hari
berkumandang kasih sesama saudara
Proklamasi syahadat diri digugat
Ibadah menanti
deklarasi jejak nafas
Amal ditunggu
mewarnai desir darah
menyatukan kata dan perbuatan

Debu tanah merdu menyanyi
Hembusan udara menari-nari
Keputusan pikiran terus dinanti
Kesahajaan nurani sanubari berserah diri
menghadap kebesaran sang Ilahi

2.
Lonceng Angelus

Tiga kali sehari
Malaikat datang menghampiri
mengetuk pintu jiwa raga pribadi
Menulis catatan jejak iman pribadi
“Aku ini hamba-Mu, ya, Tuhan
terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”

Seorang perempuan sederhana
menjadi sosok teladan ziarah
Melukis wajah pada lembar angin
agar terlahir seribu pelangi

3.
Wirid dan Dzikir

Dengan nama-Mu, ya, Allah
Jiwa raga kami bersujud

Dengan rahmat dan keagungan Ilahi-Mu
Nama-nama indah-Mu
kami puji dan muliakan

Mampukan jiwa raga kami
ciptakan jutaan amal

Dengan nama-Mu
Jadi maka terjadilah
Maha Besar dan Maha Kuasa-Mu ajaib