Benih yang ditanam pada tanah yang subur
Benih itu adalah iman. Benih yang unggul.
Benih itu pertama kali disiram dengan air baptisan. Selanjutnya benih itu disiram dengan doa-doa kita.
Sekarang, benih rohani itu telah bertumbuh. Terlihat, iman itu semakin kokoh.
Tuhan Yesus menjadi segalanya bagi kita.
Ingat! Karir itu sementara. Harta itu sementara. Popularitas itu sementara. Hidup kita juga sementara. Usia kita ada batasnya.
Iman kepada Tuhan Yesus kekal selamanya. Abadi.
Tetaplah berada di tanah yang subur, sehingga hidup kita selalu berlimpah sukacita dan berbuah dalam kasih-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

