Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Setiap gambar hanya merekam sebagian kecil dari sebuah cerita yang lebih panjang.”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Kita manusia, sejatinya sangat membutuhkan sesuatu (apa) pun yang lebih utuh dan bukan hanya sebagian.
Karena di balik sesuatu keutuhan itu, kita telah mendapatkan sebuah realitas total yang sebenarnya.
“Cermati dan Cermatilah,” adalah sebuah ajakan atau sebentuk imperatif agar manusia di dalam hidupnya dapat bertindak lebih selektif dan cermat sebelum bersikap serta bertindak.
Karena, jika kita memandang sesuatu hanya sebagian, berarti ada bagian-bagian yang belum kita ketahui dan pahami.
Setiap gambar itu hanya merekam sebagian kecil dari sebuah cerita yang lebih panjang.
Di sinilah terletak suatu sikap keabsahan dan keakuratan di dalam memandang sebuah realitas hidup.
Di sini pula letak suatu ajaran kebenaran tentang didaktika hidup, bahwa kita perlu mengetahui dan memahami segala sesuatu secara utuh serta benar.
Bukankah bersikap dan bertindak totalitas adalah ekspresi dari sebuah sikap hati yang utuh pula?
Di balik didaktika hidup ini, makin mengertilah kita, mengapa selalu terjadi problem di dalam hidup bermasyarakat, berumah tangga, dan berorganisasi. Juga dalam hidup bernegara serta berbangsa.
Karena sejatinya kita belum sungguh-sungguh memahami, mengenal, dan mengerti tentang sesuatu itu.
Dalam konteks ini, kita ibarat :
- Terjatuh ke dalam sebuah kubangan palsu.
- Berenang di dalam arus zaman palsu.
- Seranjang dengan dan atas nama cinta palsu.
- Bahkan kita bertakhta di atas sebuah kursi palsu.
Maka, hendaklah kita bersikap dan bertindak cermat!
…
Kediri,ย 10ย Aprilย 2024

