| Red-Joss.com | Apa yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita itu harus dijaga dengan baik. Salah satunya adalah baptisan yang setiap tahun kita perbaharui. Tujuannya adalah agar kita fokus pada perjalanan iman kita. Sebab, jika tidak diingatkan, kita mudah lupa. Karena kurang bisa membuat skala prioritasnya.
Langkah-langkah untuk membantu kita dalam mengenali hidup ini. Urutannya dibuat dalam bentuk lingkaran. Dimulai dari lingkaran paling luar ke dalam yang biasa disebut sebagai prinsip 5F, yaitu: “Face, facts, feeling, fear, faith.”
- ‘Face’: Apa yang dilihat di sekitar kita? Banyak orang dengan aneka aktivitasnya. Mereka yang berhubungan dengan kita. Misal berkaitan dengan pekerjaan, bisnis, pelayanan, tanggung-jawab, dan sebagainya. Sedang yang tidak ada hubungannya dengan kita. Misal: orang lewat, yang berpapasan di jalan, duduk bersebelahan di kereta atau di bis, dan sebagainya.
- ‘Facts’: fakta yang terjadi pada kita. Yang dilihat secara nyata: apa reaksi kita? Yang kita pikirkan itu bentuknya apa? Yang kita rasakan itu apa saja? Hal-hal yang dekat dan melekat pada kita. Makin kita mengenal hal itu dengan baik, kita kian mengenal tentang diri ini? Bahkan pada bagian ini kita bisa membandingkan dengan yang lain.
- ‘Feeling’: masuk lebih dalam ke dalam diri kita. Tiap hari ada berapa banyak perasaan yang kita rasakan, ‘gumuli’. Tapi, perasaan itu ada yang dominan dan terus menerus itu yang dirasakan. Pertanyaannya, kita dikendalikan oleh perasaan itu atau kita yang mengendalikannya? Lalu, apa hasilnya? Kita makin baik dan bahagia atau makin buruk dan tidak bahagia? Kita yang mengenal perasaan sendiri, agar berusaha untuk berkomunikasi baik dengan perasaan itu, dan memahaminya.
- ‘Fear’: semua orang mempunyai ketakutan. Bentuknya yang berbeda-beda: takut oleh apa dan karena apa? Yang harus diketahui adalah yang paling dominan. Kita bisa mengendalikan atau yang dijerat oleh ketakutan itu. Yang harus dihindari adalah jangan sampai ketakutan itu menguasai kita, sehingga kita jadi tidak berdaya.
- ‘Faith’: sumber kekuatan kita. Bagaimana? Fondasinya sudah kuat? Dari sinilah kita sebagai orang beriman memandang kehidupan kita. Jika memang harus ‘diperbaharui’, ya, perbaharui lagi. Jika harus dilahirkan secara baru, lakukanlah!.
Dalam Injil hari ini Nikodemus dan Yesus berdiskusi tentang lahir baru. Bagaimana dengan iman kita? Cukup kuat atau sedang goyah? Apa langkah yang harus dilakukan? Kelahiran baru! Mintalah pada Roh Kudus untuk memperbaharui iman agar kita selalu dituntun-Nya. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

