| Red-Joss.com | Minggu pagi itu saya tidak dalam kondisi ‘full fresh’, ingatan baik dan fisik oke, tapi ada pengalaman yang membuat saya agak risau, yakni kesulitan untuk mengingat ini hari apa.
Seminggu sebelumnya saya ke gereja yang sama, sendiri. Sebab keluarga tugas koor pada Sabtu sore. Jantung kiri saya cukup sakit. Saya dekap sepanjang misa dan seolah ada yang meredakan usai saya menyambut Ekaristi Kudus.
Ini bukan ‘flexing’. Sebab tidak ada yang saya pamerkan. Sebaliknya saya merasakan jamahan tangan Tuhan lewat peristiwa rohani yang saya jalani.
‘Flexing’ adalah ungkapan bahasa slang yang mengacu pada memamerkan atau melebih-lebihkan harta kekayaan. Bisa juga hal lain seperti peziarahan rohani. Insightnya (relasi dengan Allah) bisa menurun, karena lebih terpukau dengan yang lahiriah, hasil swafoto yang diambil. Kekaguman itu beralih pada diri sendiri. Menurut Cambridge Dictionary, ‘flexing’ menunjuk, bahwa orang tersebut sangat bangga dan senang dengan sesuatu yang dimiliki dengan cara memamerkan yang membuat orang lain kesal.
Antara ‘sharing’ dan ‘flexing’ itu kadang beda-beda tipis.
Salam sehat dan tetap teguh berbagi terang.
…
Jlitheng

