Merasa lelah itu manusiawi. Tapi apa pun penyebabnya, lebih bijak, jika dicari sumbernya untuk dapat segera diatasi agar stamina kita tetap prima menjaga.
Ketika lelah pikiran dan phisik, ya, saatnya kita beristirahat dan tidur agar setelah bangun, tubuh ini jadi segar kembali.
Ketika lelah menderita atau miskin. Ya, tidak seharusnya kita bermalas-malasan atau menyalahkan orang lain. Lebih bijak, jika bekerja, apa pun bidang dan profesinya, asal yang penting halal. Rajin bekerja, berusaha, dan berdoa agar rezeki kita ditambahkan oleh-Nya.
Sesungguhnya, ketika lelah itu datang menyergap, kita seharusnya cepat tanggap. Rasa lelah, jika dibiarkan berlarut-larut dan berkepanjangan bakal membuat tubuh ini lungkrah dan sakit.
Apa pun sakit dan penyakitnya itu jangan pernah disepelekan agar tidak merembet ke mana-mana dan sakit kita makin parah.
Sadar diri adalah keutamaan untuk hidup sehat.
Untuk disadari dan dipahami, bahwa hidup secara sehat itu pilihan dan kita sendiri yang memutuskan.
Caranya adalah kelola waktu kita dengan baik antara beraktivitas, bekerja, dan istirahat yang cukup.
Jauhi anggapan, karena merasa muda dan kuat, kita lalu memforsir tenaga untuk mengumpulkan uang hingga lupa istirahat. Ketika sakit parah, menyesal juga tiada guna.
Biasakan diri makan makanan yang bergizi dan secukupnya. Ingat, kita makan untuk hidup sehat, tidak sebaliknya hidup untuk makan.
Biasakan diri pula untuk makan makanan rohani agar di dalam rohani yang sehat terdapat jiwa dan tubuh yang sehat pula.
Berolahraga itu penting agar kita tetap sehat dan fit. Ingat, mobil yang ‘dionggrokin’ tanpa dipanasi mesinnya bakal karatan dan rusak. Apalagi tubuh manusia.
Jadi, sikapi dengan bijak, ketika rasa lelah itu datang menyergap. Jauhi untuk selalu memforsir diri agar tidak sekarat.
Hidup sehat batin dan lahir itu pilihan sebagai nilai pertanggungjawaban kita kepada Allah.
Salam sehat dan bahagia.
Mas Redjo

