Simply da Flores
…
1
Belati, nyala dan bara api
dibawa berlari mengejar mentari
dipeluk dalam gulita mimpi
Belati menikam sanubari jiwa
Api menyala di atas kepala
Bara membakar telapak kaki
Keadilan itu
Belati menikam sanubari jiwa
Api menyala di atas kepala
Bara membakar telapak kaki
pesona rindu damba mimpi
Cahaya terang senyum mentari
Fakta, harapan, utopi,
mimpi dan misteri
2.
Tertulis di halaman kesepakatan
Diteriakkan dengan suara lantang
Keadilan harus ditegakkan
Keadilan mesti dijamin diwujudkan
Keadilan itu harkat martabat manusia
Maka
Hukum terlahir dan diciptakan
Keadilan ditabur pada kebun ladang
Ada yang tumbuh berkembang
tetapi
banyak yang layu kering mati
banyak yang kurus merana gersang
banyak yang tanpa bunga dan buah
Entah mengapa…
Apakah hanya kata
3.
Dengan kata kalimat sakral
“Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”
Keadilan diproklamirkan luhur mulia
Lalu…
sistem hukum dipilih dan ditetapkan
para penegak hukum dihadirkan
Para pencari keadilan terlunta mengemis
karena keadilan mahal harganya
Di media massa keadilan diberitakan
Di ruang sidang keadilan diperdebatkan
Di atas kertas keadilan dimutilasi
dengan belati
lalu dibakar jadi debu dan arang
Di ruang gelap keadilan diperdagangkan
Dan
keadilan terus menjadi mimpi
bagi rakyat jelata dan yang miskin papa
Mungkin…
keadilan itu miliknya kekuasaan, harta dan senjata
4.
Keadilan menjadi pengembara sejati
berjalan terlunta mencari istana hati
sering diusir dan disiksa
Bahkan dibunuh dan dimutilasi
oleh pemilik senjata dan belati
oleh penguasa tamak dan pelaku korupsi
oleh pribadi licik dan cerdik
Rakyat jelata sahaja bermimpi
terus menanti memohon mencari
dalam doa dan ritual suci
dengan aneka sembah sesaji sanubari
Benarkah ada keadilan di bumi
Haruskah menuntut keadilan terjadi
Ataukah
keadilan itu ada dalam diri pribadi
untuk dilakukan dan diberi
sebagai buah syukur dan kasih sejati?
…

