| Red-Joss.com | Saya senang menggunakan istilah murid zaman dulu dan zaman sekarang. Meskipun berbeda zaman, tapi mereka mengalami hal dan tugas yang sama untuk menyampaikan berita itu.
Hal yang sama dan dialami oleh mereka adalah kebangkitan Yesus. Sedang tugas mereka adalah mewartakan Yesus yang bangkit.
Para murid zaman dulu, berjumpa langsung dengan Yesus yang bangkit. Bacaan selama Masa Oktaf Paskah ini menyampaikan dengan jelas pengalaman mereka dengan reaksi yang berbeda. Menarik sekali, karena ‘endingnya’ mereka merasakan kehadiran-Nya seperti semula. Mereka mengalami sukacita dan perubahan yang luar biasa. Yesus yang bangkit memberikan damai dan Roh Kudus dalam penyertaan pewartaan mereka.
Sedangkan kita belajar pada pengalaman perjalanan dua murid yang menuju Emmaus. Tiga poin kunci pengalaman mereka:
- Hati mereka berkobar-kobar, lewat penjelasan Kitab Suci.
- Mereka melihat, mengalami dan menyadari saat pemecahan Roti.
- Mereka bersukacita dan membawa ‘pesan kebangkitan Yesus’ kepada yang lain. Penegasan berita kebangkitan yang sudah mulai beredar.
Unik sekali adalah cara Yesus yang hadir dalam penampakkan-Nya. Secara rohani, kita juga mengalami peristiwa kebangkitan itu. Lalu kita bergerak untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya dengan mewartakan kepada setiap pribadi tentang ‘hidup yang baru’, ‘semangat baru’, dan pembaharuan hidup yang luar biasa yang kita rasakan.
Kebangkitan Yesus membuka hati yang tertutup, takut, ragu, gelisah dan yang tidak percaya. Karena Yesus menghadirkan diri-Nya kepada kita secara pribadi. Itulah sebabnya, pengalaman rohani setiap pribadi itu unik, tapi mempunyai kesamaan agar kita hidup baru membawa dampak baik dan positif di sekitar kita.
Sesungguhnya, inti pesan Injil hari ini adalah kita diutus untuk jadi saksi kebangkitan-Nya.
Yesus sudah bangkit! Alleluya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

