| Red-Joss.com | “Menjengkelkan!” Itu komentar saya, ketika membereskan uang jualan toko. Karena banyak uang kertas duaribuan yang distaples. Selembar uang itu dilipat pada ke sembilan lembar uang lainnya, dan distaples.
Tidak hanya menjengkelkan, tapi merepotkan. Untuk membereskan uang itu saya harus menggunakan alat agar tidak tertusuk ujung staples. Padahal, menstaples uang itu dilarang, karena merusak uang. Lebih baik dilipat, lalu dikareti
Ternyata, menstaples uang itu ada ceritanya.
Suatu pagi saya ke bank untuk menyetor uang. Di depan antrian ada seorang Bapak sedang melepas staples dari tumpukan uang, dibantu oleh petugas teller.
“Lain kali uangnya jangan distaples agar tidak rusak,” himbau teller itu ramah.
“Harus bagaimana lagi, kalau tidak distaples uang saya sering hilang,” keluh Bapak itu.
“Maksud Bapak?”
Tanpa diminta, Bapak itu langsung curhat. Uang yang telah dirapikan dari hasil penjuaalan di toko kuenya itu sering hilang beberapa lembar. Ternyata hal serupa juga dialami oleh penjual sembako dan warung bakso di depan tokonya.
“Ibu boleh atau tidak percaya pada saya. Karena sering hilang, saya tanya ke orangtua. Menurut beliau, katanya diambil sama Tuyul. Untuk menangkalnya, saya disuruh menstaples uangnya. Anehnya, sampai sekarang uang saya aman.”
Saya menahan senyum mendengar cerita itu. Sebelumnya, saya pernah mendengar banyak cara untuk menangkal Tuyul, di antaranya menggunakan cermin yang ditaruh di tempat uang. Karena melihat wajah sendiri yang menyeramkan di cermin, Tuyul itu jadi urung mencuri uang.
“Mungkin saja Tuyulnya ndak punya alat membuka staples,” seloroh seorang anak muda di belakang Bapak itu.
Bagaimana dengan pembaca?
…
Mas Redjo

