| Red-Joss.com | Dari pengalaman, saya diajari orangtua untuk berbagi sejak kecil. Dari kebiasaan memasukkan uang di tempat kolekte itu terus berlanjut hingga sekarang.
Sebagai Imam, dalam misa Ekaristi, saya hadir sebagai umat. Karena itu sejak dari rumah saya menyiapkan uang kolekte. Di laporan bulanan kami ada “font” laporan untuk derma.
Saya juga tidak bisa untuk tidak memberi, ketika ada pengamen, pengemis, penjual koran, atau pemain musik di jalan. Meski uang yang saya berikan itu tidak banyak, tapi selalu ada dorongan di hati: “kamu harus memberi, jangan lewat begitu saja dengan wajah angkuh, cuek, dan sombong.”
Pengalaman dari memberi itu ada kepuasan tersendiri, karena yang di ‘atas’ sana tersenyum bahagia.
Sesungguhnya dengan berbagi itu “ada nilainya, kekuatannya, rasa, dan ada hasilnya.”
- Nilai dari berbagi, karena kita peduli untuk ikut ambil bagian, membantu, meringankan, dan solider terhadap keadaan orang lain.
- Kekuatan dari berbagi adalah kepekaan sosial dan kepedulian kita makin terasah, dan jadi tajam. Karena kita mengikuti teladan Tuhan Yesus yang murah hati. Sehingga rezeki kita pun ditambahkan berlimpah-limpah (kisah 5 potong roti dan 2 ekor ikan).
- Rasa dari berbagi adalah kita jadi bahagia. Dengan berbagi ikhlas hati itu ada kepuasan tersendiri. Tapi, jika tidak berhati-hati, kita bisa jatuh ke dalam kesombongan, pamer, dan ingin dipuji.
- Hasil dari berbagi adalah banyak orang yang tertolong, terbantu, dan bebannya jadi ringan. Kita mempunyai hati yang mudah berempati dengan kebutuhan orang lain. Kita murah hati dan tidak butuh puja puji lagi.
Setelah merefleksikan berbagi dengan murah hati, kita memahami makna Injil hari ini, ketika Yesus memuji persembahan dari janda miskin di Bait Allah itu. Yesus juga menegaskan, bahwa si janda miskin itu memberi dari seluruh nafkah hidupnya. Apa yang dia punyai untuk Tuhan.
Sebuah kisah yang menyentuh, mengharukan, membanggakan, menguatkan, dan menginspirasi. Pemberian atau persembahan yang kecil dan sederhana, tapi, jika dibagikan dengan tulus dan total, buahnya pun berlimpah.
Bagaimana perasaan kita dengan berbagi?
Semoga kita jadi salah satu agen pembawa perubahan di lingkungan tempat tinggal, tempat bekerja, dan di mana pun. Dengan semangat berbagi dan ikhlas hati itu akan tercipta damai sejahtera di mana-mana.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

