| Red-Joss.com | Selalu mengucap syukur dan terima kasih itu yang saya lafalkan dalam hidup keseharian atas anugerah Tuhan.
Apa pun yang terjadi, saya nikmati penuh syukur sebagai ketetapan-Nya.
Begitu pula yang saya alami dan rasakan dengan aktivitas saya yang berbagi hal-hal baik dan positif lewat tulisan.
Menulis dengan hati itu yang ingin saya wujudkan untuk menjauhi ego diri, apalagi untuk mengejar status ‘ben diarani’.
Ternyata untuk menulis hal-hal baik dan positif itu berat dan sulit sekali. Saya harus piawai mengolah dan menyajikan tulisan saya agar lezat dan nikmat bagi pembacanya.
Faktanya, tulisan saya minim tanggapan. Apa kurang menjiwai dan tidak menarik? Saya lalu minta sumbang saran kepada para senior dan motivator yang mumpuni cara menulis yang baik.
Sekali lagi, ternyata, tulisan motivasi dan inspirasi kehidupan saya belum juga banyak peminatnya.
Padahal dalam menulis, saya selalu mohon penyertaan dan bimbingan Tuhan agar yang muncul dalam tulisan itu tidak ego saya, tapi dari hati. Apa tulisan saya sulit dicerna, sok menggurui, monoton, atau…?
Meskipun tulisan tidak diminati, bahkan minim apresiasi itu tidak membuat saya berkecil hati. Lalu menulis sekadar mengikuti dan menyenangkan pembacanya. Untuk membuat podcast atau tiktok saya belum menemukan mitra yang semisi visi dalam pelayanan. Selain, tentu kesibukan saya yang padat.
“Tuhan, bagaimana saya harus menentukan sikap?”
Bertanya pada Tuhan adalah jalan ke luar dari setiap permasalahan. Berefleksi diri untuk membangun intimasi dengan Allah agar saya tidak kecewa, merasa gagal, dan putus asa. Tapi saya berharap agar saya berbagi lewat tulisan adalah pilihan yang tepat dan sesuai dengan bidang profesi saya.
Ketika tengah merenung itu saya seperti diingatkan teman entah siapa dan di mana, “Dalam misi pelayanan hendaknya kita jangan bertanya hasilnya, tapi memberi dengan hati dan ikhlas. Memberi hal baik dan positif itu bagai udara yang dihirup dan menghidupi.”
Sesungguhnya, kita diuji untuk komitmen dan konsisten dengan tugas perutusan kita untuk taat dan setia kepada-Nya (1 Petrus 4: 12-13).
…
Mas Redjo

