| Red-Joss.com | Sering kali kita mendengar, mungkin juga kita yang mengatakan: “Cah iki, angel kandanane!” (sulit dinasihati)
Segala upaya telah dilakukan, koq ya, tidak ada tanda-tanda berubah. Maka kemudian dapat menjadi sebab terjadinya ‘Emotional Detachment (ED)!’ “Wis, sak karepmu (sesukamu).” ED dapat terjadi di mana saja: keluarga, lingkungan, paroki, dan juga yang sifatnya individual.
ED merupakan kondisi terputus atau terlepasnya koneksi perasaan kita dengan orang lain. Hal ini dapat disebabkan oleh keengganan kita untuk terlibat dalam kehidupan emosional orang lain. Yohanes Salib menyebutnya sebagai kondisi ‘malam gelap’.
Yohanes dari Salib abdikan pelayanan imamatnya, total untuk menunjukkan kepada manusia jalan ke persatuan dengan Allah. Terutama penyatuan antara kehendak manusia dengan yang Ilahi, yang disebut sebagai ‘persatuan keserupaan’ (union of likeness), karena menghasilkan keserupaan antara Allah dan manusia.
‘Persatuan adikodrati’ ini ada saat kehendak Tuhan dan kehendak jiwa manusia ber-sesuai-an, hingga tidak ada satu pun yang menjijikkan satu terhadap yang lainnya. Ketika jiwa melepaskan dirinya sepenuhnya dari apa yang menjijikkan dan apa yang tidak bersesuaian dengan kehendak Ilahi. Ia bertransformasi dalam Tuhan melalui cinta.
Dua kehendak itu benar-benar menjadi satu dan “this will is God’s will which becomes also the soul’s” (kehendak ini adalah kehendak Tuhan yang juga kehendak jiwa).
Salam sehat penuh berkat.
…
Jlitheng

