Pilih Gula atau Pahit Brotowali
| Red-Joss.com | Hanya orang bodoh yang memilih pahit brotowali, ketimbang gula yang manis. Jangan kaget, heran, dan penasaran. Karena orang yang paling bodoh itu saya sendiri!
Sadar diri, karena orang bodoh, saya belajar dan terus belajar untuk memperbaiki diri. Tujuan saya tidak untuk mengejar ketinggalan dan demi bersaing dengan mereka yang sukses itu. Tapi saya ingin jadi diri sendiri untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini.
Saya tidak berani bermimpi muluk-muluk ingin sehebat dan sesukses mereka. Tapi saya mau menikmati dan memaknai proses perjuangan hidup ini sebagai anugerah Allah yang luar biasa.
Jika banyak orang lebih condong memilih kerja ringan dan sukses secara mudah serta instan, saya menikmati usaha dari nol besar. Tahap demi tahap agar berkah.
Belajar dari pengalaman sahabat istri yang suaminya meninggal dalam usia muda, karena gagal melenggang ke Senayan. Stres berat tidak mampu menerima kenyataan pahit, lalu jatuh sakit, dan berpulang.
Saya sungguh beruntung, karena diingatkan untuk berpikir dan hidup dalam realita, ketimbang mimpi di siang bolong.
Jika saya senang menikmati jamu pahit brotowali, karena saya belajar jujur pada diri sendiri. Berjuang dan berdoa agar hasil yang dicapai itu menyehatkan jiwa dan nikmat.
Berbeda hasilnya, jika saya malas bekerja, tapi ingin sukses dengan berbuat curang dan culas. Apalagi demi gengsi ‘ben diarani’. Faktanya, ketika gula itu kehilangan rasa manis yang bersisa itu pahitnya. Intinya, kita menjauhi pemanis buatan alias biang gula, dan gengsi.
Jika saya memilih dan senang minum jamu pahit brotowali, karena saya ingin sehat dan kuat dalam menjalani hidup ini.
Hidup murah hati, karena kita kaya rohani dan diberkati-Nya!
…
Mas Redjo

