Simply da Flores
…
1.
Purnama pamerkan pesona keindahannya
berjalan menyusuri lorong gulita
Tergelincir di jalanan penuh kerikil
Jatuh dalam selokan dekil
Wajah penuh lumpur comberan
terluka parah tak mampu bangun
Tikus kecoa tertawa terbahak
Nyamuk ramai bersorak kegirangan
Angin asyik memeluk
kembang kamboja
di pelataran taman sandiwara manusia
Bintang-bintang diam membisu
2.
Kawanan kelelawar berpesta pora
panen kemenangan tanpa menabur
Semut berjibaku kumpulkan remah
Tak peduli siang malam
kehidupan sepanjang nafas
Keadilan terkapar di comberan
Jadi santapan ulat dan semut
Kebenaran menggigil kedinginan
dibelai jemari gelandangan pengemis
Menanti pagi biaskan terang
dan angin sambungkan nafasnya
3.
Daun dan ranting kering gugur
di antar gulita malam pulang
dalam pelukan Ibu bumi
Tak ada tangis dan air mata
Tetapi
senyum bangga anak generasi
karena sudah purna tugasnya
menyusui bunga dan buah pohon
Tikus dan kucing datang menghampiri
berikan hormat dengan takjub
Sedangkan di tengah kampung
anjing-anjing melolong histeris
mendengar kabar purnama jatuh
serta nasib keadilan dan kebenaran
4.
Kuhampiri sepasang sepuh sahaja
yang mengawal malam di pondoknya
ditemani segelas kopi pahit
Kutanyakan tentang semua peristiwa
yang melukis gulita malam
Jawaban mereka sederhana bermakna
“Segala sesuatu ada dan terjadi
Itu fakta sekaligus misteri
dan tidak harus tuntas dimengerti
untuk meraih makna dan arti
Jawabannya ada di dalam pribadi
jika bisa senyum dan mensyukuri”
…

