Ileh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Membaca adalah sebuah proses membuka jendela dunia.”
(Didaktika Membangun Peradaban Dunia)
…
| Red-Joss.com | Mengapa “Sebuah Oto Kritik” (dari gerbang literasi)? Karena tulisan ini dikembangkan dengan bertolak dari keprihatinan dan tanggapan saya atas pandangan serta pendapat miris seorang di ruang media online, berinisial “Kang Maman.”
Literasi bukan cuma soal baca tulis. Indonesia di bidang baca tulis ternyata sudah dikategorikan sebagai sebuah negara maju.
Mengapa? Data pada tahun 2005 warga yang masih buta huruf tinggal 10%. Bhkan data hari ini, tinggal 1.9%.
Namun hal yang perlu dipertanyakan, apakah murid memahami isi dan pesan wacana yang dibacakan?
Hal yang dipertanyakan, bahwa murid memang bisa membaca, tapi mereka tidak mengerti. Inilah kritikan untuk sekolah-sekolah kita di tanah air.
Tiap hari, pihak sekolah menjatahkan waktu selama 15 menit untuk proses membaca buku.
Pertanyaan kritis kita, apakah “proses lanjutan yang dilakukan” setelah murid membaca sebuah buku/wacana?
Apakah setelah diadakan proses membaca, pihak sekolah/Guru pernah “mengecek sejauh mana kemampuan dan pemahaman murid” mengenai isi serta pesan dari wacana yang dibacanya, dengan cara :
- Meminta murid untuk menceritakan kembali isi/pesan wacana?
- Meminta murid untuk menuliskan gagasan inti atau sinopsis wacana?
- Meminta murid untuk mempraktikan apa yang diminta lewat isi/pesan wacana?
Jika ketiga proses ini ditempuh oleh pihak sekolah atau Guru secara konsisten dab konsekuen, maka saya sungguh yakin, bahwa para murid kita akan memperoleh kemajuan pesat dalam bidang literasi setidaknya di level Asia Tenggara.
Di dalam konteks ini, terdapat โtiga aspekโ yang disasarkan demi kemajuan dan peningkatan kemampuan berliterasi para murid kita.
- Enlightenment: pencerahan bagi murid.
- Enrichment: perkaya wawasan murid.
- Enpowerment: memberdayakan murid.
Semoga tradisi baik dalam memajukan bidang literasi di negeri kita, diapresiasi dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak (keluarga, sekolah, dan masyarakat).
…
Kediri,ย 26ย Maretย 2024

