Simply da Flores
…
Roda waktu terus berjalan
anak zaman silih berganti lahir
Menulis bentuk prasasti nafas
dengan jemari darah dan senyum
Merangkai ayat sajak misteri
pada debu kerikil jalanan
Bergulat abadikan jejak langkah
dengan topeng pelangi harapan
serpihan jawaban di samudra tanya
Menggenggam puing iman sahaja
meramu pengalaman ajaib sakral
meruwat sosok jiwa raga
di tengah misteri alam semesta
Tradisi torehkan takut dan gentar
pada rasa dan pikiran generasi
tentang Sang Maha Esa menggentarkan
maka perlu tunduk sembunyikan wajah
karena bola mata silau kekecilan
tak mampu menelan matahari
Leluhur kisah nan indah mempesona
yang memenuhi jagat alam semesta
dari Sang Maha Indah
yang meluluhkan jiwa raga insani
takjub kagum sujud bersyukur
Maka…
Ada aneka kata, ayat mantra ritual doa
jadi warna-warni sesaji sembah
Ada banyak pengalaman misteri jiwa
Entah dalam samadhi sunyi pribadi
Entah dalam sakral ritual komunitas
Entah dalam tatacara ibadah
Khasanah adat budaya agama
Pesona pelangi peradaban manusia
meruwat sosok jiwa raga
agar serasi dalam diri pribadi
agar harmoni dengan sesama saudara
agar selaras dengan alam semesta
Agar menyatu dengan Sang Esa
Maha Menggentarkan sekaligus Maha Indah
Dalam bentangan Rahmat Ramadhan
umat sujud berdoa berpuasa
menahan lapar dan haus
agar sucikan jiwa raga pribadi
lalu terus melangkah menabur amal
Pada bilur luka lautan darah
ada yang membasuh jiwa sanubari
hening diam doa bermati-raga
memulihkan diri pribadi sahaja
Selaraskan relasi dengan sesama saudara
Hamonikan hakikat dengan Sang Ilahi
memikul berkat salib pribadi
untuk membagi kasih dan damai
Ada juga yang hening bersamadhi
menata batin suburkan kesadaran
agar waras eling bijaksana
menganyam kehidupan penuh makna
dalam nafas syukur tak bertepi
“Ritual, tapa samadhi, doa sakral dan puasa
jalan pelangi ikhtiar manusia
meruwat seluruh jiwa raga
di tengah alam jagat semesta”
…

