“Sky above, sand below, peace and love within.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kita manusia sepakat tercipta dari debu tanah. Bahannya sama, yang menciptakan kita juga sama. Tapi kenapa setiap pribadi unik adanya. Bahkan yang kembar pun bisa berbeda. Itulah kita manusia. Atau tempat debu tanah kita yang berbeda?
Mari kita cek dari tanah apa kita terbuat.
Sering bikin onar, mungkin terbuat dari tanah longsor. Mempunyai sifat sombong bisa jadi terbuat dari tanah tinggi. Ada lagi yang gemar sekali belanja, bisa jadi terbuat dari tanah abang. Rajin beribadah, terbuat dari tanah suci. Kepo dengan urusan orang lain itu terbuat dari tanah liat. Sementara yang emosi suka meledak-ledak itu terbuat dari tanah sengketa. Sedang mereka yang ditakuti banyak orang dan membuat orang lain tidak nyaman itu terbuat dari tanah kuburan. Orang yang suka beramal, bisa jadi berasal dari tanah wakaf.
Apa pun keadaan kita sekarang, lebih baik disyukuri saja. Yang kurang baik kita perbaiki, dan yang sudah baik ditingkatkan lagi. Tapi yang jelas dan pasti adalah kita ini berharga, dan yang membuat kita berharga itu bukan jutaan followers, kekayaan, jabatan, dan bukan pula triliunan deposito kita, melainkan Tuhan sendiri yang membuat kita berharga.
Apa pun keadaannya, kita ini istimewa. Karena kita dicipta Tuhan dan secitra dengan-Nya. Bahkan lebih dari itu Tuhan memperlakukan kita adil adanya. Jika kita merasa Tuhan tidak adil, itu soal perspektif kita yang perlu dibenahi. Tuhan itu teramat baik pada kita.
Coba dilihat dan dirasakan dengan jujur perjalanan hidup kita hingga saat ini. Kurangi mengeluh, tapi perbanyaklah bersyukur. Nikmati anugerah Allah yang luar biasa: hidup bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

