Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Non multa sed multum“
(Bukan kuantitas tapi kualitas)
…
| Red-Joss.com | Hidup ini, pada akhirnya seolah hanya menjadi ajang pertarungan serta perlombaan semata.
Pertarungan dan perlombaan di bidang apa? Ya, di bidang apa saja. Antara pertarungan dan perlombaan adu gengsi, adu harta, dan bahkan juga adu nyawa.
Betapa tidak, karena hidup ini justru menjadi kian runyam, murah, mudah, dan serba praktis belaka.
Orientasi hidup yang serba pragmatis dan murahan ini, justru telah melahirkan aneka pandangan serta sikap salah kaprah bahkan salah paham di dalam masyarakat kita.
Berikut ini ditampilkan sebuah dialog berkualitas dan sarat filosofi hidup, antara Guru (sang kebijaksanaan) dengan Murid, tentang: sebuah kuantitas dan kualitas kehidupan.
Yang Lebih Penting
Menurut legenda, Tuhan mengutus Malaikat kepada sang Guru membawa pesan, “Mintalah hidup sejuta tahun dan itu akan diberikan kepadamu. Atau sejuta kali sejuta tahun. Berapa lama engkau ingin hidup?”
“Delapan puluh tahun,” kata Guru itu tanpa ragu.
Para Murid sangat kecewa. “Tapi Guru, jika engkau hidup sejuta tahun, pikirkan betapa banyak keturunan manusia diuntungkan oleh kebijaksanaanmu.”
“Jika aku harus hidup sejuta tahun, maka orang akan mengusahakan umur panjang daripada menjadi bijaksana.”
(Sejenak Bijak, Anthony de Mello, SJ).
Suasana dan keadaan seperti itu yang sedang terjadi serta dipertaruhkan di dalam ranah hidup bermasyarakat kita.
Orang telanjur tergiring ke arah hidup yang serba pragmatis. Hidup yang mengarahkan orientasi masyarakat pada hal-hal yang serba praktis dan materialis.
Ukuran kebahagian dan kesejahteraan hidup yang lebih diarahkan kepada hal-hal yang serba praktis serta berorientasi duniawi.
Bahkan, ukuran hidup bahagia itu disejajarkan dengan lamanya masa hidup manusia alias usia panjang.
Apa jawaban telak dan meyakinkan yang terlontar spontan dari bibir sang Guru?
“Jika aku hidup hingga sejuta tahun, orang akan lebih mengusahakan umur panjang daripada menjadi bijaksana.”
Hal itu contoh sebentuk salah kaprah dan salah paham yang kini telah kian menggurita meliliti kesadaran nurani warga masyarakat kita.
…
Kediri,ย 23ย Maretย 2024

