“Deo volente dalam setiap rencana, Deo gratias dalam setiap realita.” – Rio, Scj.
…
| Red-Josws.com | Ada satu pesan yang sangat bermakna dari seorang Ibu “walaupun kamu pandai berdebat, ketika berbicara dengan siapapun jangan pernah berdebat dengan Ibumu, karena Ibu yang pertama kali mengajarimu bicara.”
Saat kanak-kanak, remaja dan muda, bisa jadi suara Ibu meninggi, karena kesal, dan kita menangis dipelukkannya. Tapi sekarang saat suara kita meninggi di depan Ibu, ia tak akan menangis di hadapan kita, tapi menangis di belakang kita.
Bersyukurlah, bila saat ini kita masih mempunyai Ibu atau Mama, meski sudah renta nan sederhana. Ibu yang setia melantunkan doa terbaik untuk kita. Dia berdoa tanpa perlu diminta atau dipaksa. Dia memohon pada Sang Pencipta, meski tanpa suara. Kasih Ibu dibagi bukan hanya dengan tangan, tapi dengan ketulusan hati. Kalau toh ada Ibu yang tak punya hati, tega menyiksa, dan menyakiti, tetaplah disyukuri. Meski tidak mudah, karena kita tidak bisa memilih Ibu seperti apa yang melahirkan kita di dunia ini.
Yakinlah setiap dinamika hidup ini, Tuhan mempunyai rencana yang terbaik dan indah untuk kita. Tuhan mengetahui saat kita khawatir, takut, dan stres. Tapi berikan ruang untuk Tuhan bekerja, menyembuhkan, memulihkan, menolong, dan menguatkan kita.
Angkatlah tangan dalam iman, Tuhan pasti turun tangan. Teruslah berjuang untuk melangkah, meski kadang tidak mudah dan banyak beban yang menyesakkan. Juga masalah, kegagalan, dan tantangan yang menghadang. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, itu yang terbaik dari Tuhan. Bila hasilnya melebihi perencanaan dan perkiraan kita itu bukan karena kita, melainkan karena Tuhan.
Selalu bersyukur, karena Tuhan akan membukakan pintu rezeki. Bersabar dalam kesesakan, karena Dia akan membuka banyak berkat dan kemudahan. Bertekun dalam doa, karena Dia membuat hidup kita penuh sukacita sebagai persiapan hidup bahagia di surga.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

