Simply da Flores
…
Kemarin
telah dijanjikan jutaan pelangi
disematkan pada mata generasi muda
dimahkotai pada kepala para bapak
dikalungkan di leher para ibu
Dihiasi para gadis dan perjaka
Dimeteraikan pada para cendekiawan
Dipersembahkan kepada tokoh agama dan adat budaya
Dijanjikan bagi rakyat pemilik suara
sebagai harkat hak kedaulatan
Keadilan dan kejujuran Pemilu
Langsung umum bebas rahasia
Ditulis di stiker dan spanduk baliho
Dipublikasi di sosial media
Bahkan disertai doa dan ritual
Hari ini…
Hasil Pemilu sudah diumumkan KPU
tetapi
Sudah ada deretan gugatan
Ada yang diam menggerutu pilu
Ada yang bersungut dalam ketakutan
Ada yang protes di sosmed
Ada banyak petisi serukan kecurangan
Ada pernyataan sikap protes keras
Ada yang berdemo orasi mendesak
“Pemilu ditenggarai penuh rekayasa
ada undang-undang dilanggar
dan aturan pemilu diabaikan
DPR didesak gunakan hak angket
meminta pertanggungjawaban KPU
Presiden mau dimakzulkan”
Mereka mau menggenggam pelangi
Langit kabut dan juga hujan
tetapi berubah terang bercahaya
Angin berhembus kencang dan sepoi
Pelangi jarang datang tampil mempesona
karena tergantung banyak hal
karena tak bisa hadir semaunya sendiri
Apalagi
datang kapan saja dikehendaki insan
Maka
Pelangi di alam jagat semesta
berbeda dengan pelangi buatan
entah dalam kanvas lukisan
entah dalam rekayasa komputer
entah dalam galeri sosial media
Atau dalam mimpi dan harapan
atas janji manis kata-kata promosi
dan kampanye politik para calon
Orang berjibaku menggenggam pelangi
mencari di depan gedung lembaga negara
mengejar di jalanan dan lapangan
Mencari di padang hutan belantara
menyusuri kota dan kawasan pabrik
Menelusuri pertokoan dan gedung megah
Menjelajahi dunia maya media sosial
Dan
terus berjuang menggugat mencari
“Pelangi janji keadilan dan hak kedaulatan”
Entah sampai kapan mampu
Entah di mana bisa bertemu
Entah siapa yang dapat memberikan
Mungkin semua akan tercapai
ketika berpasrah pada alam raya
yang mempunyai hukum kodrati
Ketika
cahaya mentari bersinar bijak
Saat rintik hujan kesadaran nalar
dan awan tipis nurani bening
Waktu angin kewarasan berhembus
Maka
lahirlah pelangi keadilan mempesona
dalam kehidupan sehari-hari
di tengah bangsa dan rakyat NKRI
Karena masih ada terima kasih
Karena masih ada sujud syukur
di bawah kibar pusaka merah putih
dan kepak sayap Garuda Pancasila
…

