| Red-Joss.com | Mengenalkan diri itu hal biasa dan wajar, ketika belum saling kenal satu dengan yang lain.
Begitu pula Yesus. Dengan intens Dia memperkenalkan: siapa diri-Nya dan siapa Bapa-Nya. Bagaimana relasi Dia dengan Bapa-Nya? Apa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya? Juga bagaimana sikap yang selalu diambil di hadapan Bapa-Nya?
Intensif sekali Dia memperkenalkan diri. Tujuannya adalah, supaya orang lain tahu, mengenal dan mempercayai. Terbukti, karena orang percaya dan mengikuti-Nya.
Memperkenalkan diri adalah cara kita juga supaya diketahui oleh yang lain. Saat pertama kali kita berjumpa, jika tidak malu-malu. Kita saling memperkenalkan diri. Berbeda, bagi mereka yang malu-malu, karena kadang harus bertanya lewat orang lain atau pasif menunggu terlalu lama.
Ketika saling mengenal dan merasa cocok, pertemuan berikutnya adalah makin banyak kisah yang dibagikan kepada partner bicara kita. Makin lama, kita bisa saling mengenal dengan baik, tentang dirinya, keluarganya, pekerjaan dan pelayanannya, tentang pergulatan dan perjuangannya, pergumulan imannya, dan tentang mimpi-mimpinya. Jika orang sudah saling mengenal dengan baik itu akan bercerita banyak.
Begitu pula Yesus. Dia bercerita banyak tentang diri-Nya, Bapa-Nya, kedatangan-Nya ke dunia, dan tentang sikap-Nya.
Sikap Yesus yang selalu taat dan menyenangkan hati Bapa-Nya. Jika kita ingin mengenal lebih dekat Yesus, kita dapat membaca Injil suci-Nya.
Di hadapan Tuhan, kita juga harus sering memperkenalkan diri kita. Caranya adalah berdialog secara intins. Dengan berdoa… dan berdoa terus menerus. Sehingga kita mempunyai sikap iman yang jelas, yaitu percaya, taat, dan selalu menyenangkan hati Yesus dan Bapa-Nya.
Jika kita sungguh merasakan rasa kedekatan itu, kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Semoga kita makin dimampukan untuk membangun intimasi dengan Yesus dan Bapa-Nya. Sehingga hati ini jadi tenang, damai, dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

