Simply da Flores
…
1.
Seorang ibu menulis cinta
dengan darah dan air mata
pada tepi kubur kodrat semesta
demi melahirkan putra-putri kehidupan
Pada bara tungku dapur
dimasak sajian kasih sayang
bagi suami dan anak cucu
Pada terik mentari dan gulita malam
diukir doa cinta lestari
bagi nafas generasi
Dalam diam semua dijalani
hingga akhir hayat kembali
2.
Biar hanya jemari kurus lunglai
Ia berjuang pecahkan batu karang
demi membawa pulang rezeki
bagi istri anak tercinta
yang menanti penuh damba
Berkah cinta seorang ayah
entah dari mana bisa diperoleh
Langkah gigih terus mengembara
Entah di pantai lautan lepas
Entah di padang hutan belantara
Entah di lorong jalanan kota
Kerja peluh keringat dilakukannya
dengan tekad baja membara
“Aku harus memberi kasih
Aku harus membagi cinta”
3.
Mungkin ini hari terakhir
untuk bisa hembuskan nafas
Sang miskin gelandangan lara
tergeletak di trotoar dan selokan
jauh dari kerabat sanak saudara
Dan
ada uluran seteguk air senyuman
ada sesuap nasi kasih sayang
dari telapak tangan tak dikenal
Di panti asuhan sosial
aneka wajah telah dikumpulkan
“Mereka tak minta dilahirkan nestapa”
Entah yang yatim piatu
Entah yang sengaja dibuang
Entah yang diterpa aneka masalah
Entah yang tak sehat jiwa raga
“Banyak dermawan membagi kasih
Banyak donatur memberi cinta”
4.
Cerita duka lara kehidupan
selalu mengiringi langkah peradaban
Hingga zaman digital milenial
Entah disengaja ulah manusia
Entah warisan tradisi budaya
Entah ini kodrat misteri semesta
“Warna-warni realitas hidup
adalah fakta dan sekaligus misteri
Tergantung cara kita bisa memaknainya”
Yang kaya makin kaya
berpesta pora dalam kelimpahan
Yang miskin makin merana
menderita dalam duka lara
Sepertinya kehidupan tidak adil
seolah Sang Pencipta Maha Tega
mengabaikan jeritan doa manusia
yang miskin lara tak berdaya
“Apakah Allah Maha Cinta
ataukah memang Maha Misteri
tak mampu diselami pikiran”
5.
Di tengah hutan rimba raya
mata air mengaliri tebing batu
menetes sepanjang waktu di batu wadas
Lumut hadir memeluk wadas
akhirnya retak dan bisa pecah lebur
Tetesan air berkumpul jadi kolam
tergenang dan mengalir jauh
jadilah sungai menuju muara
Aneka kehidupan nikmati manfaat air
Ekosistem alam lingkungan lestari
ada hukum saling terkait
ada relasi saling melengkapi
Semua berjalan terus harmoni
jika tidak dirusak ulah manusia
yang mengambil penuh kerakusan
yang menguras dengan tamak
Karena merasa pemilik berkuasa
atas semua isi semesta
“Tanpa cinta sirna kasih sayang”
6.
Sendal jepit itu diinjak-injak
paling sering dipakai pemilik
Juga tikar bantal dan kasur
yang memeluk raga saat tidur
juga perabotan makan minum
Dibanding baju yang mewah mahal
dan perhiasan yang indah berkilau
“Sering hal-hal sederhana
dianggap biasa-biasa saja”
Reaksi ketika kita menerima hadiah
Sikap saat kita mendapatkan harta
Sering berbeda sekali
saat diminta memberikan sesuatu
atau diharapkan membagi milik pribadi
Kepada mereka yang kekuarangan
apalagi yang menderita tetapi tak dikenal
Entah karena alasan budaya
Entah karena status sosial
Entah memang tradisi keluarga
Entah sikap tabiat diri sendirii
“Lebih mudah menerima pemberian
dari pada membagi beramal”
7.
Dalam gelap gulita malam
ketika tak ada cahaya terang
Sebatang lilin diambil dinyalakan
api membakar dan cahaya bersinar
lilin meleleh perlahan sirna
demi berikan terang cahaya
Lalu
mati hilang dan lenyap
Adakah kasih sayang itu lilin
Apakah cinta itu sinar cahayanya
Apa yang didapat lilin itu
Mengapa memberi harus berkorban
Mengapa berbagi tanpa pamrih
Inikah hakekat cinta kasih sayang
Memberi berbagi demi bahagia sesama?
…

