“Say thank you.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu kita yang menjalani, Tuhan yang menentukan, dan orang lain yang mengkomentari.
Kita sering lupa dengan potensi diri, karena sibuk dan fokus pada komentar sana sini. Sadari, bahwa potensi diri itu bukan di luar, tapi di dalam diri.
Jika kita ingin mengeluarkan dan menemukan potensi terbaik kita, seharusnya kita fokus ke dalam, tidak ke luar. Tapi sayang, banyak orang kadang tidak sadar, karena fokus pada yang di luar dan bukan kendali kita.
Baper, karena sindiran. Sedih karena dikomentari. Putus asa, karena dinyinyiri. Rendah diri dan tidak PD, karena tidak ada like dan followers. Kita merasa lelah … dan lelah menjalani hidup ini. Sehingga kita mudah menyalahkan.
Kelola potensi diri, tinggalkan sikap ABC ini:
A: Angry alias marah. Tiap hari, tiap saat adanya marah-marah. Semua disalahkan. Kenapa ini begini, itu begitu, dia pasti biang keladinya.
B: Blaming alias menyalahkan. Bukan cuma marah-marah, karena kesal dan jengkel, maka harus ada yang disalahkan. Itu bukan salah saya, suami saya tidak mendukung, teman yang reseh, atasan yang kurang bijak. Salah istri saya, karena mengomel melulu, jadi tidak konsen kerja. Semua salah, dan salah, kecuali dirinya sendiri.
C: Complaining alias mengeluh. Apa pun yang mungkin terlihat baik, ada saja alasan untuk menyalahkan. Sukanya cari kekurangan, kesalahan, hal kurang baik. Selalu ada cela, komentar, kekurangan, dan selalu ada komplainnya.
Stop! ABC: Angry, Blaming, Complaining. Ubah menjadi (A) Awali hari dengan sukacita, (B) Bersyukur dan berbagi, (C) Cintai Tuhan, diri dan sesama.
Selamat mengelola potensi diri. Semoga sukses dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

