| Red-Joss.com | Di beberapa kesempatan, khususnya saat mengambil bagian dalam persekutuan doa, saya sering mendengarkan kesaksian dari banyak sahabat yang mengalami pertobatan, pembaharuan diri, dan hidup baru. Pengalaman tersebut telah menghantar mereka pada jamahan kasih Allah yang amat mendalam.
Pengalaman amat dikasihi Allah itu yang mendorong mereka untuk bersaksi dan membagikannya kepada yang lain. Pengalaman kasih Allah jadi dasar untuk pengalaman-pengalaman kita yang lain.
Karena itu, kita dituntut berani masuk lebih dalam untuk mengalami pengalaman kasih Allah ini. Caranya?
- Pagi hari, saat bangun pagi, kita segera berdoa. Kira menyebut nama Bapa, Putera dan Roh Kudus dengan penuh damai, bahagia, dan bangga.
- Saat memulai pekerjaan dan karya pelayanan, mohon selalu penyertaan Tuhan. Jadikan setiap perjumpaan, tugas-tugas harian dan kepercayaan yang diberikan itu jadi kesempatan baik dan berharga untuk membagikan pengalaman kasih Allah.
- Malam hari, saat hendak istirahat, tidak lupa berdoa lagi. Dengan lebih dulu membaca Kitab Suci, yang semuanya berkisah tentang pengalaman kasih Allah. Juga untuk hari berikutnya. Begitulah cara kita untuk masuk, mengalami, dan akhirnya membagikan pengalaman dikasihi Allah.
Dengan cara demikian, bersama dengan Bapa, Putera, dan Roh Kudus, kita tidak hanya membaca dan mendengarkan, tapi kita juga mengalami dan membagikan kasih Allah. Untuk segera diwartakan, sehingga ada hati yang tersentuh, tertangkap, dan digerakkan.
Jika kita sudah mengambil bagian dalam pewartaan karya keselamatan Allah, selanjutnya Allah sendiri yang akan menyempurnakan pekerjaan, pelayanan, dan kesaksian kita. Yang penting, kita ikuti jalan ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya. Juga dalam konsistensi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya, kita selalu merujuk kepada Bapa, yang telah mengutus Putera-Nya. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

