Simply da Flores
Minuman kopi yang dinikmati
mengalir dari pohon rimbun hijau
akar kokoh tanaman kopi
di dada lembah bukit pegunungan
Mekar bunga putih berbaris
sebarkan harum semerbak mewangi
parfum alam yang membius jiwa
Senyum petani menanti kopi
buah ranum kuning dan merah
dipanen dan dibawa pulang ceria
berkah bagi nikmat energi kehidupan
sudah menjadi tradisi peradaban
lintas suku bangsa dunia
hingga zaman digital milenial ini
“Kopi hitam pahit nikmat menggoda”
Pada hitam pahit kopi-ku
belaian tangan petani menyapa ramah
dari berbagai kebun pelosok dan dusun
Hembusan senyum kebun ladang
bisikan aroma wangi sabda alam
Lembah bukit pegunungan makna
“Manusia tidak bisa hidup tanpa alam
tetapi alam lestari tanpa manusia
Bahkan
manusia berasal dari debu tanah
dan hembusan roh alam semesta
oleh mantra nafas Sang Pencipta”
Pada nikmat energi kopi pahit ku
jutaan sosok wajah sesama saudara
pergi datang memberi salam
solidaritas perjuangan makna kehidupan
Ada para sopir pengangkut barang
Ada para pekerja di pabrik kopi
Ada para penjualan dan pengusaha
Ada para ibu memasak air
Dan
ada relasi kepentingan dan kebutuhan
“Tidak ada manusia yang mandiri
bisa hidup tanpa orang lain
Manusia kodrati terlahir sosial
dari, oleh, dengan dan untuk yang lain”
Sering terdengar ada yang latah
merasa mampu berwenang menilai
Bahwa hitam itu pasti buruk
ketika membandingkan dengan putih
Bahwa kelam gulita itu jahat
saat disandingkan terang cahaya
Bahwa gelap malam itu bejat
kalau berhadapan dengan siang terang
Entah karena kebiasaan tradisi
Entah karena kesombongan diri
Entah karena kebodohan pribadi
Lantaran pemahaman yang terbatas
dan pilihan keputusan yang picik
Ataukah memang sengaja turuti selera
Padahal,
sejatinya semua ada dan terjadi
Kita manusia punya keterbatasan nalar
meskipun selera tanpa batas
Dan
segala sesuatu ada maknanya
tercipta dan ada untuk bermanfaat
Tergantung kemampuan setiap orang
mengenal, memahami dan menggunakannya
Dalam relasi harmoni hakiki
karena saling menyadari hakikat
karena saling membutuhkan dan melengkapi
“Segala yang ada tidak kebetulan
Semuanya hakiki saling terkait
Seluruhnya kodrati dari Sang Ilahi”
Aku terus meneguk kopi pahit ku
setiap hari lebih dari sekali
bahkan sudah menjadi sahabat sejati
Tiada hari tanpa kopi
“Kopi hitam ku
Bukan saja soal pahit
Bukan soal kelam pekat
Tetapi
Ada seribu tangan dan hati
Ada perjumpaan keringat dan air mata
Ada adonan perjuangan kasih sayang
Ada kekayaan alam lingkungan
Ada misteri alam jagat semesta
Hitam itu berkah dan senyum
ada nikmat makna energi kehidupan
bagi mata hati yang melihatnya
Hitam gelap kelam gulita
bukan kejahatan sampah dan racun”

