“Mens sana in corpore sano.” – Juvenalis
Langsing, tubuh ideal itu kadang bikin pusing, bahkan jadi beban dan tekanan. Pinginnya kurus, tapi badan makin membengkak. Pingin tubuh sixpack, tapi perut makin membuncit. Berbagai program diet dijalani, tapi semua ‘gatot’ alias gagal total. Belum lagi asam urat naik, kolesterol membengkak, gula darah makin bertambah.
‘Mens sana in corpore sano’. Jiwa yang sehat ada di dalam badan yang sehat. Ungkapan latin ini terdapat dalam karya Juvenalis , Satires 10,356. Kuncinya bukan ideal, langsing, sexy, sixpack, melainkan ukurannya adalah sehat. “Jangan pusing soal penampilan, bentuk tubuh, minder karena kulit hitam, stres karena perut buncit, dan jangan rendah diri miliki hidung pesek. Kuncinya adalah sehat, karena dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat pula.
Diet itu boleh, tapi diet yang membuat tubuh jadi sehat, bukan sengsara membawa penyakit. Kuncinya adalah seimbang. Antara makanan yang masuk dan ke luar, antara rohani dan jasmani. Juga seimbang antara uang, kesuksesan, dan Tuhan. Seimbang antara menerima dan memberi.
Ada cara kuno namun jitu untuk membuat hidup sehat rohani dan jasmani. Program diet ini tidak populer, tapi ribuan tahun telah diterapkan dan banyak yang sehat jasmani dan rohani sampai umur panjang.
Diet Natural, program ini dicetuskan oleh Galenus.
Etika diet natural meliputi enam hal:
- Aer – udara yang bersih.
- Cibus et potus -makan dari bahan organik yang segar.
- Motus et quies – gerak dan istirahat yang teratur.
- Somnus et vigilia – tidur dan berjaga yang seimbang.
- Secreta et exsecreta – sekresi dan rekreasi.
- Affectus animi – gerak jiwa yang seimbang.
Selamat mencoba etika diet ala Galenus. Semoga sukses dan bahagia.
Deo gratias.
Edo/Rio,Scj

