Simply da Flores
Umat Katolik sedang berpuasa
menjelang Pekan Suci dan Paskah
meruwat bersihkan jiwa raga
menapaki kisah sengsara Yesus
membasuh diri dalam lautan Kerahiman-Nya
Agar mampu laksanakan amanah
menjadi garam ragi dan terang
dalam pikiran kata perbuatan
sesuai panggilan hidup masing-masing
Hidup bisa menjadi berkat
waktu menjadi kesempatan berbagi
“Membawa kasih Allah kepada sesama
membawa sesama mengalami Kasih Allah
Sehingga bersyukur atas kehidupan
karena telah menjadi berkat
dalam tuntunan rahmat kasih Allah”
Sebentar lagi umat muslim berpuasa
Bulan Suci Ramadhan memanggil
untuk sucikan seluruh jiwa raga
Dari segala salah khilaf dan dosa
yang telah mengotori pribadi
dalam langkah ziarah selama ini
Berpuasa adalah saat penuh berkah
selaraskan relasi dengan sesama insani
pulihkan hubungan dengan Sang Ilahi
Memohon rahmat dan berkah-Nya
melanjutkan karya amal bakti
hingga saatnya harus kembali
“Saat penuh rahmat Ilahi
menengok ke dalam jiwa raga pribadi
Singkirkan debu yang melekat
terbitkan mentari taqwa iman pribadi
berjuang menjadi nur sejati”
Umat Hindu merayakan Nyepi
Saat khusus hening, diam, sunyi
arahkan jiwa raga sujud doa
ritual sesaji sembah tapa Brata
Kembali ke dalam diri pribadi
berkaca menelisik seluruh jiwa raga
dalam relasi dengan sesama saudara
dalam hubungan dengan alam raya
dalam ikatan dengan para arwah
dalam interaksi dengan penjaga alam
dalam sembah bakti dengan para Dewata
Menyatu dengan Sang Hyang Widhi
“Manusia makhluk multi dimensi
dalam keutuhan relasi jiwa raga
mendambakan keselarasan dan harmoni
demi kedamaian dan kebahagiaan”
Masih ada banyak tradisi puasa
Entah pribadi, kelompok atau komunitas
yang dijalankan dengan penuh khidmat
Karena kebiasaan dan aturan
sebagai warisan adat budaya
Karena dibutuhkan dan disadari maknanya
oleh mereka yang menghidupinya
Karena dorongan kerinduan spiritual
untuk yang memiliki pilihan khusus
Dan
semuanya mempunyai pilihan tempat
serta tata cara untuk melakukannya
bahkan sering tertutup dan misteri
karena bukan untuk dipublikasi
“Perjalanan kelana rohani pribadi
menelusuri lorong tanya kodrati
untuk menemukan sinar makna sejati
Meraih pelataran misteri Ilahi
menggapai jawaban damba hakiki”
Di tengah gemerlap zaman digital
tsunami informasi deras menghempas
hampir seluruh ruang kehidupan
Bahkan merenggut kesadaran manusia
Maka
Semestinya puasa makin diandalkan
seharusnya puasa demikian dibutuhkan
untuk kebutuhan jiwa raga pribadi
untuk relasi sesama saudara
untuk harmoni dengan alam raya
untuk sujud syukur sembah taqwa
kepada Sang Maha Pencipta
Belajar dari gadget di tanganku
saya memaknai puasa milenial
adalah kesadaran mensyukuri teknologi digital
“Hidupku seperti gadget di tanganku
Agar dapat berfungsi maksimal
aku harus kenal dan paham sarana ini
Gadget perlu kujamin pulsa data
dan baterai perlu dicas selalu
Ada sistem yang mengatur fungsi gadget
Ada banyak jenis gadget lain serta jenis kartu pelayanan
Dan
sistem pun masih tergantung keadaan alam raya”
Saat menulis sajak ini
Teringat pesan jenaka temanku
ketika dia memberi rumus kreatif
untuk jadi panduan keputusan hidup
“Aku harus tahu,
Aku harus selalu jaga kesadaran
Aku harus siap setiap saat
Aku harus tahu sadar siap untuk melakukan dan mengatakan apa pun”
Rupanya peran pikiran dan kesadaran
sangat penting untuk hidup
“Puasa adalah jalan menjamin kesadaran karena syukur atas anugerah kehidupan”

