Mengikuti Yesus, kita selalu dibuat jadi penasaran. Selalu ada pengalaman yang mengejutkan. Kata-kata dan tindakan Yesus memberikan daya tarik yang tidak ada habisnya. Selain penasaran, kita dibuat menjadi rindu oleh-Nya.
Sering ditampilkan tentang banyak orang yang mengikuti Yesus, ke mana pun Dia pergi. Mereka tidak kenal lelah. Mereka jatuh cinta dengan Yesus!
Hal ini masuk akal, karena Yesus telah memanjakan mereka: Pertama: perut mereka telah dibuat kenyang dengan nikmatnya roti dan enaknya ikan (Bdk Yoh 6: 1-15).
Kedua: mereka telah melihat betapa hebatnya Yesus, karena berjalan di atas air (Bdk. Yoh 6: 16-21). Maka sekarang, keinginan mereka adalah ingin dekat dengan Yesus.
Hanya saja, Yesus harus memurnikan motivasi mereka. Yang Yesus rindukan adalah agar mereka mempunyai motivasi kuat dan sungguh-sungguh.
Ada ungkapan dalam Bahasa Inggris demikian, “You cannot think about your souls for thinking of your stomachs” (kamu tidak dapat berpikir tentang jiwamu, karena berpikir tentang perutmu). Intinya, mengikuti Yesus, bukan dengan alasan perut telah dikenyangkan. Tapi motivasinya, karena di dalam Yesus, kita menemukan hidup sejati.
Pelajaran penting bagi kita untuk terus menggali motovasi dan memurnikannya, jika kita sungguh ingin mengikuti Yesus. Dalam hal ini kita dapat belajar dari Stefanus. Motivasinya telah matang mengikuti Yesus. Ia menerima berkat melimpah untuk keimanannya.
Pertama: Stefanus diberi kuasa dan karunia.
Kedua: ia mengadakan mukjizat dan tanda-tanda. Karena dua hal itu, tak seorang pun bisa melawan hikmatnya dan kebijaksanaannya.
Meskipun dihujat, Stefanus tidak goyah! Justru dihadapan sidang Mahkamah Agama, wajah Stefanus bersinar seperti wajah malaikat. Bagaimana bisa demikian? Karena yang dilakukan Stefanus adalah memuliakan Tuhan.
Berbeda dengan wajah kita. Wajah kita jadi tampak ‘muram dan menakutkan’, jika mempunyai kecenderungan menghujat dan menghasut. Tapi percayalah wajah kita akan bersinar seperti malaikat, jika terus memuji dan memuliakan Tuhan dan sesama.
Semua itu akan jadi benar, jika kita mengikuti Tuhan dengan motivasi yang benar. Memurnikan motivasi untuk mengikuti Tuhan.
Rm. Petrus Santoso SCJ

