“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu jangan kamu khawatir akan hari esok” (Mat 6: 33-34).
Kredo itu saya percayai dan imani. Bahkan saya merasakan anugerah Allah yang luar biasa. Terjadi tidak secara ‘ndilalah’ atau kebetulan, tapi lewat proses dan saya imani sebagai ketetapan-Nya.
Kesadaran itu muncul, karena nur- Nya. Roh Kudus menerangi hati saya agar menyiapkan hati untuk pulang kepada-Nya. Karena waktu-Nya tidak ada seorang pun yang tahu.
Saya menulis artikel atau status religi itu yang utama adalah untuk pengembangan rohani sendiri. Sebagaimana orang yang hendak mudik, saya harus menyiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk bekalnya: berpuasa, amal, dan berderma.
Teristimewa saat badai pandemi panjang yang diikuti oleh krisis ekonomi, energi, dan krisis pembeli. Dunia usaha kian terseok-seok.
Beruntung, hati saya dicerahkan untuk peka dan belajar mendulukan kepentingan serta memahami orang lain.
Caranya adalah saya mengurangi untung perusahaan. Meski harga kebutuhan ‘ganti’ harga, tapi saya tidak mengecilkan produk, mengurangi bahan, dan menaikkan harga. Saya tetap menjaga kualitas dan rasa. Yang penting usaha bertahan untuk melewati krisis dan tanpa terjadi phk.
“Kendati krisis energi, ekonomi, dan krisis yang lain, asal tidak terjadi krisis iman.” Sebaliknya iman kita hendaknya makin mengakar kokoh. Mengapa?
Kita diperkenankan mengalami hal itu agar kita kian mendekatkan diri kepada Allah.
Sadar diri adalah anugerah Allah yang luar biasa.
Dengan mudah bersyukur, iman kita makin subur.
Ungkapan syukur itu saya coba untuk dituangkan lewat tulisan yang berisi pengalaman atau pandangan hidup beriman.
Orientasi saya sederhana. Cepat atau lambat saya harus pulang untuk menghadap yang Empunya hidup.
Dengan mendekatkan diri kepada Allah, saya menyiapkan hati dan jiwa ini dengan ikhlas.
Hasilnya adalah jauh di luar nalar. Saya merasakan suasana keluarga yang tentram, damai, dan harmonis.
Bekerja dengan nyaman itu juga membuka pintu rezeki yang lain. Anugerah luar biasa. Rezeki itu mengalir tiada henti…
Terpujilah Allah.
Mas Redjo

