“Fondasi hidup itu vital dan penting. Tanpa fondasi hidup, apa pun yang kita bangun, baik dalam berumah tangga atau usaha itu mudah roboh, ketika dihempas oleh badai kehidupan.” – Mas Redjo
Karena sadar, bahwa fondasi hidup yang kokoh itu amat penting, saya belajar untuk mengendalikan diri agar tidak mudah reaktif dan merespon negatif terhadap sikon di sekitar. Tapi mensyukurinya sebagai hikmat Allah.
Saya juga tidak peduli dibilang ‘telmi’ alias telat mikir. Alasannya, saya juga tengah mendidik mulut ini agar berkata-kata baik dan benar. Dengan berpikir sebelum berbicara agar saya selalu waspada untuk tidak mengumbar aib, karena hal itu hanya permalukan diri sendiri.
Saya ingat jelas dengan petuah Guru Bijak, bahwa untuk membangun rumah tangga bahagia atau usaha itu yang utama adalah fondasinya harus kokoh.
Fondasi usaha adalah modal kuat, tapi hal ini tidak didasari oleh besar kecilnya uang modal semata, tapi cara pengelolaan keuangan usaha yang benar. Tujuannya agar tidak besar pasak daripada tiang. Sedang keuntungan usaha itu terus ditambahkan ke dalam modal. Sehingga modal usaha jadi besar dan kuat.
Sedang fondasi rumah tangga yang bahagia itu cinta kasih. Hidup untuk saling mengasihi, sehingga tercipta keluarga yang damai sejahtera, harmonis, dan bahagia.
Ternyata fondasi yang kokoh itu tidak hanya digunakan untuk membangun hidup berumah tangga, usaha, gedung bertingkat atau pencakar langit, tapi juga teristimewa digunakan sebagai fondasi Gereja!
Bahkan ada tertulis dalam Alkitab: “Dan Aku berkata kepadamu, Petrus, bahwa di atas batu karang ini, Aku akan membangun gereja-Ku, dan kuasa maut tidak akan menguasainya” (Mat 16: 18).
Iblis dengan kuasa kegelapan itu tahu, bahwa Gereja tidak mungkin dikalahkan atau dihancurkan. Sehingga Iblis mengalihkan sasaran untuk menyerang keluarga Kristiani (gereja kecil).
Sebagai keluarga Kristiani, kita dituntut untuk mempunyai fondasi iman yang kuat agar tidak mudah tergoda, karena bujuk rayu si Iblis jahat. Sehingga berbuat dosa.
Selalu dekat dan mengandalkan Kristus, kita menimba cinta kasih dari salib suci-Nya, baik melalui Ekaristi Kudus, membaca Firman-Nya, berkontemplasi salib, dan sebagainya.
Keluarga yang anggotanya saling mengasihi dijamin mampu atasi si jahat, karena miliki fondasi iman yang kokoh, yakni cinta dan belas kasih Kristus.
Mas Redjo

