Dalam diriku ada ruang yang gelap. Ruang ini tidak bisa diketahui oleh siapa pun. Di ruang yang gelap itu aku benar-benar bergumul.
Pergumulan yang paling berat adalah, bagaimana caranya tetap memilih hidup yang benar di hadapan Tuhan.
Pergumulan berikutnya, bagaimana aku bisa menjaga pikiran, hati, dan jiwa ini untuk memilih dan menjalani hidup yang baik.
Sedang pergumulan yang lain adalah menghadapi banyak godaan untuk melakukan hal-hal buruk dan perbuatan dosa.
Apakah setiap orang memiliki ruang gelap dalam dirinya? Lalu, apa yang dilakukan oleh mereka?
Di ruang gelap itu tanganku tetap bisa meraih tangan Tuhan yang selalu menolongku. Dari ruang yang gelap itu aku selalu mengandalkan Yesus, dan berseru, “Yesus, anak Daud, kasihanilah aku orang berdosa ini…”
Rm. Petrus Santoso SCJ

