“If you’re struggling, that means you’re progressing.” – Rio, Scj.
Bukankah semua manusia dalam hidupnya itu memiliki semangat perjuangan, pekerja keras, menghadapi kesulitan, tantangan, masalah, dan harus memikul beban. Tapi tetap kokoh pada porsi kekuatan bahunya.
Kadang semua kesulitan itu ingin dihindari. Kalau bisa tidak terjadi sama sekali dalam hidup ini. Tapi ingat, jika kita hanya ingin yang mudah, dan melakukan yang mudah pula, yakinlah masa depan jadi susah.
Hidup itu tentang serangkaian pilihan dan keputusan serta memiliki konsekuensi. Satu pilihan membawa perubahan, dan satu keputusan menentukan masa depan.
Hidup itu tidak selamanya datar dan mulus. Adakalanya kita harus melewati jalan terjal, berlumpur, berada di bawah, jatuh, dan tertatih-tatih melangkah. Semua itu adalah tantangan dan peluang yang harus disikapi dengan bijak.
Berhenti untuk mengeluh, komplain, protes, tapi teruslah berproses. Berani berdamai untuk menerima semua tantangan itu. Ketika ada penerimaan dan bukan penolakan, satu anak tangga kehidupan telah kita lalui. Menerima dan berdamai sudah 50 % tantangan itu kita taklukan. Berjuang dan bekerja keraslah yang membuat hidup kita jadi tangguh untuk ke luar sebagai pemenang.
Pandang setiap tantangan itu sebagai peluang dan kesempatan untuk bertumbuh. Karena setiap pertumbuhan selalu ada ketidak nyamanan, dan dalam zona nyaman tidak ada pertumbuhan. Syukurilah setiap tantangan, kesulitan, penderitaan, kesedihan, dan beban hidup. Karena semua itu yang mendewasakan sikap kita.
Kita hendaknya bersikap cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Dengan cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan dan keputusan, kita mencapai tujuan hidup yang jelas dan terarah.
Jalani, maknai, dan setia pada perjuang nan tulus. Karena di situlah tujuan hidup akan mudah diraih. Berharap dan andalkan Tuhan agar kita ditunjukkan jalan, dibimbing, dan diberkati untuk jadi pemenang kehidupan.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

