“It is not enough to have a good mind. The main thing is to use it well.” – René Descartes
“Tidak cukup hanya memiliki akal waras. Akal itu harus dinyatakan dengan benar.”
Homili pagi ini diawali dengan pertanyaan: “Tuhan koq kecewa, marah?” Dilanjut dengan: “Kalau Tuhan saja kecewa, marah… Wajarlah kalau kita marah, kecewa…?”
Diluruskan: “’Nggih mboten ngaten’, tidak boleh cari pembenaran.” Justru kita harus membersihkan diri selalu agar kita makin layak menjadi Bait Roh Kudus.
Saatnya kita ber-TOBAT.
T – Tuhan selalu jadi tujuan
O – Otak / Akal pelitanya
B – Bicara tidak yang cemar
A – Ajak sesama bersama
T – Teguh hati menjalani
Jadi, mengapa Tuhan marah dan kecewa?
Homili menegaskan, bahwa Bait Allah yang hidup di sekitar altar, lingkungan, dan lebih khusus keluarga itu jadi sandungan bagi manusia untuk semakin dekat dengan Allah.
Ayo terlibat, jangan hanya di luar lapangan.
Salam sehat berlimpah berkat.
Jlitheng

