“Passion without suffering is nothing.” – Rio, Scj.
Banyak anak muda zaman sekarang mengukur semuanya dari ‘passion’. Pekerjaan ini tidak sesuai ‘passion’, apalagi yang ini itu juga tidak ‘passion’-nya.
Sebenarnya apa yang terbersit pertama kali saat bicara ‘passion’? Hal yang menyenangkan, disukai, semangat, sesuatu hal yang positif. Benar memang! Tapi apa arti dari gairah itu?
‘Passion’ sebenarnya dari bahasa latin ‘passio’, artinya penderitaan. Tidak ada sesuatu pun yang hebat di dunia ini tanpa melewati penderitaan. Meski hal itu menyenangkan, tapi yang diinginkan itu selalu ada kesulitan, tantangan yang harus dihadapi. Bukan hanya mengerjakan apa yang kita inginkan, melainkan juga harus mencintai apa yang kita lakukan.
Selain ‘passion’, kita juga membutuhkan: visi, mimpi kita itu apa? Goal apa yang ingin dicapai? Setiap hari kita bangun pagi. Bekerja pagi, siang, sore, malam, hingga Sabtu Minggu lembur. Semua itu untuk apa? Apa yang ingin diwujudkan. Untuk siapa kita melakukan semua itu?
Sederhana: sebenarnya ada pada kata motivasi itu sendiri. Kata dasar motivasi adalah motif. Kita harus memotivasi diri setiap hari. Karena kita mempunyai mimpi yang besar dibandingkan problem yang dihadapi. Kita harus tekun berjuang agar mimpi itu jadi nyata.
Aksi: kita tentu setuju, bahwa untuk memperoleh sukses itu butuh kerja keras dan cerdas. Tidak ada yang namanya sukses itu diperoleh secara cepat dan instan. Tapi kita harus tekun berjuang, tangguh, dan pantang menyerah.
Sesungguhnya kita tidak harus menunggu untuk menjadi hebat terlebih dulu baru melangkah. Tapi yang utama dan penting adalah kita mulai melangkah dengan percaya diri dan optimis, maka kehebatan itu akan mendatangi.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

