“Ask for mercyful, being love and gratitude, completely in trust.” – Rio, Scj
Ketika melihat tiga huruf itu, ABC, saya teringat waktu masih kecil. Saat Ibu tidak mempunyai cukup uang untuk membeli lauk dan minyak goreng. Kecap ABC adalah pilihannya.
“Lauk kecap enak lho, Le,” kata Ibu merayu anaknya agar mau makan.
Memang enak, tapi tidak bergizi. Makan hanya dengan garam juga jadi langganan. Satu hal ini agar anak-anaknya tidak kelaparan.
Seperti seorang Ibu, Tuhan juga tidak ingin anak-anak-Nya kelaparan. Ia selalu mencukupkan, memberkati, menyertai, mengampuni, dan mengasihi. Meski kita sering melupakan, tapi Ia tetap ingat dan setia. Meski disakiti, Ia memberkati. Meski dihianati, Ia mengampuni.
ABC, tiga huruf yang mengajari dan mengingatkan kita akan penyelenggaraan Allah.
A: ‘Ask for merciful’. Mohonlah rahmat kerahiman Tuhan, karena kita sering berbuat salah dan dosa. Jalan yang paling otentik nan murah. Ingat Tuhan tidak menolak orang berdosa, tapi Tuhan menolak dosa. Yang ditolak itu tidak orangnya, tapi dosa kita. Meski dosa berat dan kita sering melakukan kesalahan. Jika kita sungguh menyesali, dosa kita diampuni-Nya. Kita pun dituntut untuk menjadi pribadi yang pengampun dan pemaaf pula.
B: ‘Being love and gratitude’. Jadilah pribadi yang diliputi kasih dan syukur. Kasih menuntun kita untuk mudah bersyukur. Kasih menghancurkan irihati, marah, benci, komplain, dan mengeluh. Ingat, kita makin mudah bersyukur, maka rezeki pun melimpah. Sulit bersyukur rezeki pun susah.
C: ‘Completely in trust’. Total dalam percaya. Selalu ada jalan bagi yang mempunyai iman. Selalu ada bantuan bagi yang percaya. Ada mujizat bagi yang percaya. Dalam iman dari ‘imposible’ menjadi ‘posible’. Dari yang tidak mungkin itu menjadi mungkin. Dari gelap pun menjadi terang.
Ingat mujizat Allah jadi nyata bagi orang yang percaya dan mengimani-Nya.
Deo gratias.
Edo/Rio,Scj

