Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Lewat aneka peristiwa hidup, ternyata selalu
ada hikmah di baliknya.”
(Amanat Hidup Sadar)
Selalu ada hikmah dari balik sebuah peristiwa!
Hikmat atau hikmah alias ‘wisdom’ adalah suatu kesadaran dalam diri manusia akan adanya suatu pesan atau amanat terselubung dari balik suatu peristiwa hidup.
“Jadilah sosok pribadi yang sungguh-sungguh berhikmat,” demikian cetusan sebuah harapan dari mulut seorang pada saat memberi nasihat.
Hidup dan kehidupan ini kian bermakna, jika manusia, selaku sang ‘actor intellectual’ itu mampu menangkap sinyal positif dari balik setiap peristiwa.
Hidup ini jadi kian dangkal dan tak bermakna, justru tatkala manusia itu tidak mampu mengambil manfaat dari setiap momen penting dalam peristiwa hidup ini.
Ternyata dari dan di balik setiap peristiwa (pahit atau manis), terkandung sebuah fenomena, nilai luhur, dan makna spesial yang dapat menjadi pemacu spirit hidup bagi manusia.
Hikmat emas (wisdom), dari sebuah peristiwa tragis, berupa sebuah kesalahan fatal yang berdampak kegagalan sekali pun, justru juga tersimpan banyak pesan positif yang mampu membukakan mata kesadaran anak manusia untuk terus berjuang.
Mengapa? Karena dari balik peristiwa sepahit itu, tersimpan banyak nilai luhur yang sangat diperlukan untuk memacu dan menginspirasi pertumbuhan pribadi seorang manusia berkualitas.
Setitik nilai kesabaran itu dapat dipetik dari balik sebuah kehancuran sebagai dampak dari ketidaksabaran manusia.
Segepok nilai luhur berdemokrasi dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, juga dapat dipetik lewat tragedi kediktatoran dan tindakan asosial.
Sebuah nilai ketulusan dan kejujuran, dapat diperoleh lewat peristiwa hancurnya sebuah reputasi kepemimpinan, dari balik tindakan pengkhianatan di dalam sebuah relasi kerja (Belajar dari kisah tragis, pengkhianat sang Brutus, et tu brute).
Inilah yang secara psikologis dinamakan “oh kehancuran yang membawa kebahagian” alias “disintegrasi positif.”
Mari kita senantiasa belajar untuk memandang setiap peristiwa hidup sebagai sebuah peluang emas!
Kediri, 3 Maret 2024

