Kepemimpinan dalam Gereja – Kepemimpinan murid-murid Kristus adalah kepemimpinan yang melayani.
Bagi kita yang pernah memimpin di tengah komunitas, tentu merasakan bagaimana tugas ini tidak mudah. Kita sering mendapatkan hal-hal yang mengejutkan, dan ada orang-orang yang aneh. Tapi namanya seorang pemimpin itu tetap melayani, meskipun ada orang-orang yang aneh seperti itu.
Kita memimpin, tapi ditambahi lagi dengan tugas-tugas yang lain: ini dan itu, sehinggs menumpuk. Waktu jadi terpecah-pecah. Kita lalu berpikir, enak juga itu mereka yang posisinya lebih tinggi, karena hanya memerintah. Tapi yang di bawah ini kerja berat dan keras. Sedang yang di atas tahunya beres.
Padahal, jika dipikir-pikir hal itu keliru, karena baik yang di atas maupun yang di bawah tugasnya itu sama, yaitu melayani. Karena tugas murid-murid Tuhan Yesus adalah pelayanan untuk menjadi pewarta dan pelaku Firman-Nya.
Dalam Injil hari ini, Ibu Yakobus dan Yohanes minta posisi dan kedudukan yang terhormat untuk anak-anaknya. Sehingga para murid yang lain menjadi ribut. Karena siapa yang tidak senang dan bangga berada di posisi yang terhormat?
Kesempatan itu lalu digunakan Yesus untuk menjelaskan tentang posisi seorang pemimpin yang rendah hati, yaitu melayani dan benar-benar menjadi seorang pelayan.
Jadi, apakah kita tetap semangat menjadi seorang pemimpin di tengah komunitas Kristiani? Atau kita jadi malas-malasan, bosan, capek, lelah, atau jengkel menghadapi orang-orang yang aneh itu?
Sesungguhnya, apa pun situasinya, kita harus tetap rendah hati untuk melayani sesama. Karena kita mengikuti teladan Sang Pemimpin Sejati, yaitu Yesus Kristus. Yesus datang bukan untuk minta dilayani, melainkan untuk melayani.
Rm. Petrus Santoso SCJ

